Minggu, 11 Oktober 2020
Bacaan : 1 Korintus 3 : 1-9
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)
Banyak orang merasa kecil hati karena impian mereka gagal. Dalam penderitaan dan keadaan frustasi mereka, mereka menentang pesan tentang hak orang percaya untuk bermimpi. “Harapan yang tertunda menyedihkan hati,” tetapi ayat itu tidak berhenti di situ dan kita juga jangan berhenti di situ: “tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan” (Ams 13:12).
Inilah realitas yang lebih tinggi: ketika orang mengejar mimpi mereka tetapi gagal mencapainya, mereka mempersiapkan jalan bagi orang lain yang memimpikan hal yang sama untuk akhirnya mengalami terobosan yang mereka cari. Sangat sulit bagi banyak orang untuk menerima pemikiran ini dengan sukacita, ini biasanya karena kita berpikir bahwa semuanya itu tentang kita. Tidak ada kegagalan di dalam iman.
Sering kali kehilangan yang tragis di bumi dipandang sangat berbeda di surga. Apa yang dihargai di surga sering kali diremehkan atau diejek di bumi. Ketika ada seseorang yang meninggal saat berusaha hidup sesuai ekspresi imannya, orang-orang sering mengkritik kebodohan keputusan mereka. Hanya sedikit yang menyadari bahwa kerugian mereka menjadi tanah yang subur di mana orang lain akhirnya bisa mewujudkan impian mereka, karena kerugian mereka sesungguhnya merajut jalan menuju terobosan besar.
Orang yang gagal mencapai mimpi mereka bisa merasa terhibur ketika melihat fakta bahwa mereka mempersiapkan jalan bagi orang lain. Itu merupakan peranan Yohanes Pembaptis. Ia mempersiapkan jalan bagi Seseorang yang akan datang. Sering kali sepanjang sejarah ada orang-orang yang tidak pernah melihat penggenapan mimpi mereka. Banyak orang sampai akhir hidup mereka menyimpulkan bahwa mereka telah gagal. Hal yang merugikan, kita sering hidup tanpa menyadari bahwa usaha yang gagal untuk mencapai mimpi sering kali menjadi fondasi bagi kesuksesan orang lain. Beberapa orang menyiram, yang lain menanam, dan yang lain menuai. Kita semua memiliki peranan yang penting untuk mempersiapkan jalan bagi Raja di atas segala raja untuk menerima lebih banyak kemuliaan. Itu semua adalah tentang Dia, bukan diri kita.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

