Sabtu, 10 Oktober 2020
Bacaan : Efesus 3 : 1-13
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. (1 Korintus 2:14)
Gereja memiliki tugas yang jelas: kita harus menunjukkan hikmat Allah yang memiliki banyak segi, sekarang! Hal itu harus mewarnai segala keberadaan kita dan apa yang kita lakukan. Unsur yang diabaikan ini merupakan inti panggilan kita untuk memuridkan bangsa-bangsa. Itu merupakan bagian dari “kesaksian” kita yang membuat banyak kepala berpaling seperti halnya bangsa-bangsa takjub melihat hikmat Salomo. Dunia roh sedang mengamati, dan yang lebih penting, dipengaruhi oleh peragaan semacam itu. Mereka harus diingatkan tentang kekalahan mereka, kemenangan kita, dan rencana kekal Bapa untuk umat tebusan. Hubungan kita dengan hikmat itulah yang menyatakan dengan jelas rencana kekal Allah bagi kita untuk memerintah bersama Kristus. Ketika kita berjalan dalam hikmat, kita mencerminkan realitas surga di bumi, dan sesungguhnya memberikan target invasi bagi surga. Sama halnya kesepakatan dengan iblis memberi dia kuasa untuk mencuri, membunuh dan membinasakan, demikian juga kesepakatan dengan Allah melepaskan Allah untuk menggenapi rencanaNya di dalam dan melalui kita bagi dunia di sekitar kita. Itulah sebabnya Ia menciptakan manusia untuk menjadi penguasa wakilNya di bumi ini.
Reformasi telah dimulai. Dan inti gerakan besar Roh ini adalah transformasi total pada diri umat Allah ketika mereka menemukan identitas dan tujuan mereka yang sebenarnya. Tujuan yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar. Sampai saat ini, banyak agenda kita yang gagal. Usaha kita untuk membuat Injil bisa diterima telah mengalami dampak serius pada dunia di sekitar kita. Dunia merindukan pesan yang bisa mereka alami. Namun banyak orang percaya berusaha membuat kabar baik lebih menarik secara intelektual. Ini harus berhenti! Pikiran keduniawian tidak bisa menerima hal-hal yang dari Roh Allah (1 Kor 2:14). Hikmat Allah merupakan kebodohan bagi manusia. Sekarang waktunya untuk menyediakan diri untuk tampak bodoh bagi dunia sekali lagi, supaya kita bisa menyampaikan pesan kuasa yang melepaskan, mengubahkan dan menyembuhkan bagi dunia ini. Inilah hikmat yang sejati. Hanya ini yang memuaskan seruan hati manusia.
Ada rahasia medis yang jaraknya hanya sejauh doa untuk mengubah cara hidup orang secara total. Pebisnis bersusah payah hari demi hari dan tidak menyadari bahwa karunia hikmat yang dapat membawa mereka ke area-area tempat mereka dapat memberikan pengaruh yang besar dalam masyarakat. Politisi bertanya kepada konsultan bagaimana mereka bisa menjalankan kampanye dengan baik. Namun ada hikmat di dalam Allah yang begitu menyegarkan dan baru yang akan membuat mereka disukai calon pemilih mereka. Ada metode pengajaran tersembunyi dalam wilayah rahasia Allah. Ia sekedar menunggu salah satu umatNya untuk meminta penyataan itu. Daftar jawaban surgawi tak terbatas, Ia menanti orang yang akan meminta kepadaNya.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

