Kamis, 8 Oktober 2020
Bacaan : 2 Tawarikh 9 : 1-12
Ketika ratu negeri Syeba melihat hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, juru-juru minumannya dan pakaian mereka, dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu. (2 Tawarikh 9:3-4)
Definisi dunia untuk hikmat berfokus pada pencapaian dan penggunaan pengetahuan. Itu tidak salah; tetapi menyesatkan. Gereja telah mengambil definisi yang tidak lengkap itu, dan mengejar hikmat yang tidak memiliki jiwa. Hikmat Alkitab menekankan sudut pandang Allah, dan itu merupakan ekspresi Allah yang kreatif, yang mendatangkan solusi praktis bagi setiap masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Selain Yesus, Salomo adalah orang paling bijaksana yang pernah hidup di bumi. Ia mendapat perhatian dari semua orang pada generasinya. Orang-orang takjub melihat karunianya. Raja-raja dari bangsa-bangsa lain iri melihat hambanya yang mendapat hak istimewa memiliki karunia ini dalam kehidupan sehari-hari. Hamba yang memiliki hikmat lebih baik daripada menjadi raja yang tidak memiliki hikmat. Ratu Syeba takjub melihat bagaimana hikmat mempengaruhi hal-hal sederhana seperti cara berpakaian, pembangunan dan hal-hal semacam itu (ay 3-4).
Dampak karunia Salomo membawa Israel pada jaman kedamaian dan kemakmuran terbesar yang pernah mereka alami. Hikmat, melalui seorang manusia, mengubah satu bangsa. Apa yang akan terjadi jika jutaan orang memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah ini?
Hikmat Allah sekali lagi akan tercerminkan melalui umatNya. Gereja, yang diremehkan pada saat ini, sekali lagi akan dihormati dan dikagumi. Gereja akan sekali lagi menjadi pujian di bumi (Yer 33:9).
Manifestasi hikmat bisa beraneka macam. Tetapi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hikmat hanya bisa dilihat melalui 3 kata: integritas, kreativitas, dan keunggulan. Hikmat Allah muncul melalui integritas, dan dinyatakan melalui ekspresi kreatif dengan standar keunggulan.
Integritas adalah ekspresi karakter Allah yang dinyatakan dalam diri kita. Kreativitas bukan hanya terlihat melalui pemulihan seni seutuhnya; ini merupakan sifat umatNya yang dinyatakan melalui penemuan cara-cara baru dan lebih baik untuk melakukan hal-hal di berbagai bidang tempat mereka dapat memberikan pengaruh. Keunggulan tidak mungkin dicapai tanpa gairah. Hati yang sangat indah bagi Allah tampak sia-sia bagi orang yang tidak berada di dalamnya. Kapan pun kita menyadari tiga ekspresi ini, kita akan dijamah oleh hikmat Allah.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

