Seni Berperang

Rabu, 7 Oktober 2020

Bacaan :  Zakharia 1 : 18-21

Kemudian Tuhan memperlihatkan kepadaku empat tukang besi. (Zakharia 1:20)

Inilah salah satu perikop yang paling menakutkan dalam Alkitab. Bukan karena perikop ini membahas peperangan rohani, tetapi karena alat Allah untuk mendapatkan kemenangan bukanlah pengetahuan umum bagi kebanyakan kita hari ini.

Dalam ayat-ayat ini umat Allah diteror dan diserakkan oleh penguasa dan kekuasaan (tanduk) yang kejam. Keadaan tanpa harapan merupakan tema utama jaman itu, dan keyakinan bahwa Allah menyertai mereka sepanjang waktu sangat rendah. Allah segala hikmat menyinarkan kebenaran yang bertujuan untuk membangunkan umat Allah tentang rencana akhir jamanNya, Ia mengutus tentaraNya untuk menghancurkan kubu-kubu musuh. Siapakah tentaraNya? Para pekerja ahli! Sebelum Allah pertama kali mengutus anggota paduan suara untuk masuk perang (2 Taw 20:21), belum pernah ada strategi perang yang seaneh itu. Ini merupakan rencana yang hanya bisa dirancang oleh Sang Hikmat.

Jika kreativitas merupakan ekspresi normal umat Allah, ada sesuatu yang akan terjadi bagi semua orang yang menentang Dia. Mereka akan menjadi kecil hati. Iblis sendiri tidak memiliki kemampuan kreatif apa pun. Hal yang bisa ia lakukan hanyalah menyimpangkan dan merusak apa yang telah Allah ciptakan. Allah dinyatakan melalui pekerjaanNya. Ketika pekerjaanNya mengalir melalui anak-anak-Nya, identitas mereka dinyatakan, dan ada penyataan tentang sifat Allah yang tidak dapat dielakkan di muka bumi. Ia tidak dilawan oleh orang yang punya mata untuk melihat.

Empat pekerja ahli merupakan jawaban Allah bagi keempat tanduk yang berusaha menyerakkan umatNya. Orang-orang yang mengabdikan diri bagi hikmat yang terampil (ekspresi artisik) akan membongkar kubu-kubu kuasa yang kejam. Mereka bukan hanya akan mengatasi kuasa itu dalam pengertian militer; mereka juga akan sepenuhnya menggentarkan kuasa supernatural dan musuh! Ini adalah misi dan dampak dari strategi Akhir Jaman Allah yang menembus sistem dunia dengan hikmat keterampilan—hikmat dari atas.

Pekerja ahli bukan hanya tukang kayu dan tukang cat. Gelar itu juga bukan hanya untuk aktor dan musisi. Setiap orang, yang melakukan tugas yang diberikan Allah dengan keunggulan, kreativitas, dan integritas merupakan pekerja ahli dalam pengertian Alkitabiah. Guru sekolah, pengusaha, dokter dan pengacara, dan semua orang yang menyerahkan karunia mereka untuk menggenapi rencana Allah, perlu menunjukkan hikmat ilahi. Musuh-musuh yang mengelilingi kita tampak sangat besar, tetapi ia tidak dapat bertahan melawan demonstrasi umat Allah yang menggunakan senjata perang yang luar biasa ini. Dari ibu rumah tangga sampai ahli bedah otak, dari pengkhotbah sampai profesor, semua harus dipenuhi dengan Roh Allah sampai kita dikenal karena hikmat kita.

From “Dreaming with God” by Bill Johnson

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top