Selasa, 6 Oktober 2020
Bacaan : Keluaran 31 : 1-11
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kisah Para Rasul 1:8)
Penyebutan pertama seseorang yang dipenuhi Roh Kudus dalam Alkitab adalah Bezaleel. Ia dipanggil untuk melakukan proyek pembangunan bagi Musa. Ia diberi tugas untuk membangun rumah Allah tempat Ia akan berdiam di antara umatNya. Allah menunjukkan rumah seperti apa yang Ia kehendaki, tetapi dibutuhkan karunia hik-mat khusus untuk mengetahui “bagaimana” hal itu dikerjakan. Di situlah Bezaleel muncul ke depan. Ia diberi hikmat supernatural untuk menuntaskan tugas yang membutuhkan keunggulan seni. Hikmat membuatnya memenuhi syarat untuk melakukan tugas itu, dan hikmat memampukan dia sebagai pekerja ahli atau seniman yang merancang dan membangun apa yang ada dalam hati Allah. Kel 31:3-5 dan Kel 35:30-35 merupakan dampak atau hasil dipenuhi Roh KudusNya.
Rancangan artistik, keunggulan dan pekerjaan penemuan merupakan beberapa ciri hikmat dalam perikop ini. Itulah sebagian dari apa yang dimaksud dengan kepenuhan Roh pada jaman Musa. Perjanjian Baru menambahkan unsur kuasa, karena setiap orang percaya sekarang mendapat akses untuk masuk ke wilayah mujizat melalui pencurahan Roh Kudus. Tekanan baru ini tidak menghilangkan penyataan awal tentang topik ini, tetapi menggunakannya sebagai fondasi untuk membangun di atasnya. Jika kita menggabung keduanya, kita akan mendapati orang percaya yang berjalan dalam hikmat, membuat kontribusi praktis bagi kebutuhan masyarakat, dan menentang kemustahilan kehidupan melalui anugerah yang diberikan melalui Salib Kristus, dan memberikan solusi melalui pernyataan mujizat, tanda-tanda dan perbuatan ajaib supernatural. Mungkin kedua hal yang bekerja bersama ini harus dipandang sebagai kehidupan Kristen yang seimbang.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

