Kamis, 9 Juni 2022
Bacaan : Efesus 5 : 1-17
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (Efesus 5:3)
Waktu telah berubah.
Tetapi bukan berarti moralitas kita juga harus ikut berubah. Di saat segala sesuatu yang berbau seksi dalam budaya kita mungkin terlihat normal, bukan berarti itu adalah hal yang benar. Tak peduli bagaimanapun orang berusaha menormalisasi apa yang disebut dosa oleh Allah, normal tidak menjadikan apa yang salah menjadi benar. Seperti yang dikatakan Paulus dalam ayat hari ini, hal-hal yang berbau imoral jangan sampai ada di antara kita.
Beberapa situs internet, film, dan foto mungkin jelas terlihat imoral. Tetapi mungkin Anda bisa menjumpainya tanpa sengaja kalau Anda tidak berhati-hati. Beberapa tahun yang lalu, ada anak-anak remaja putra dari kelompok pemuda saya yang mengaku dosa bahwa mereka bernafsu setelah melihat model iklan toko pakaian dengan pakaian dalam. Kalau hal itu bisa disebut hawa nafsu, tentunya banyak iklan lain akan mengakibatkan efek yang sama.
Bagaimana dengan saran untuk membuka klip YouTube atau lelucon yang diunggah di Facebook yang berbau seksual?
Sekali lagi, bagi Allah—itu termasuk rupa-rupa kecemaran.
Kalau ayat ini terasa berat, mungkin Anda akan tergoda untuk menganggap saya sebagai seorang religius yang kuno. Tidak masalah. Jika Anda tidak berjuang untuk mengenal dan mengikut Yesus—itu cukup adil—itu pilihan Anda. Tetapi kalau Anda ingin hidup dengan cara yang menghormati Juruselamat kita—jika Anda ingin mengikut Yesus dalam dunia yang jenuh dengan dosa, dunia yang berpusat pada diri sendiri, maka Anda perlu menjadi berbeda.
Anda harus berjuang.
Keyakinan kita haruslah dipimpin oleh prinsip-prinsip Allah yang kekal, bukan menurut pendapat populer dari apa yang dianggap dapat diterima saat ini. Kita haru berdiri teguh dalam iman, berperang melawan godaan dan kebiasaan berdosa yang dipakai si jahat untuk manjauhkan kita dari pengenalan akan Alaln dan mengasihi sesama.
DOA KEKUATAN
Tuhan, sangatlah mudah untuk “hanyut dalam aliran” dalam budaya di sekitarku. Hari ini aku mau melatih hatiku untuk lebih peka akan hal-hal yang termasuk rupa-rupa kecemaran dan tolonglah aku untuk menghindarinya.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

