Jumat, 10 Juni 2022
Bacaan : Mazmur 16
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. (Ibrani 4:12)
Kalau kita mau mengikut Kristus dengan penuh integritas, kita harus melindungi titik-titik kelemahan kita dan melawan si jahat. Meskipun ini bukan hal yang baru lagi, tetapi maraknya media sosial dan internet telah menciptakan medan peperangan baru melawan godaan dan dosa.
Alkitab telah jelas menyatakan bahwa kita menipu diri kita sendiri kalau kita berpikir kita bisa bermain-main dengan nafsu tanpa menyebabkan kehancuran jiwa kita. Dan smartphone, tablet, serta laptop membuat godaan itu menjadi semakin mudah. Semakin banyak alasan untuk berhati-hati tentang bagaimana kita menggunakan teknologi. Alkitab juga jelas menyatakan bahwa kita harus menghindari segala rupa-rupa kecemaran (Ef 5:3), segala sesuatu yang menjadi peluang atau celah bagi dosa.
Anehnya, dalam budaya kita sekarang ini, banyak orang justru ingin melakukan kebalikannya, ingin tahu seberapa dekat mereka bisa mendapatkan masalah tanpa perlu melewati batas. Tetapi Firman Allah mengajarkan kita kebalikannya. Menghindarlah dari godaan sejauh mungkin.
Saya senang dengan cara Daud menggambarkannya dalam Mazmur 16:6 ketika ia berkata, “Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai.” Dengan kata lain, ada pagar atau batasan yang Tuhan taruh, dan saya sangat bersyukur atas adanya batasan itu. Pagar itu menjaga hal-hal yang baik tetap di dalam dan hal-hal yang buruk tetap berada di luar.
Batasan itu ada bukan untuk membatasi Anda melainkan untuk melindungi Anda.
DOA KEKUATAN
Tuhan, terima kasih untuk kuasa firmanMu sehingga aku bisa bertahan dan mempersenjatai diriku melawan godaan si jahat.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

