Titik Kelemahan

Rabu, 8 Juni 2022

Bacaan : 2 Korintus 10 : 1-7

Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus, (2 Korintus 10:3-5)

Apakah kelemahan Anda?

Di sisi manakah Anda rentan?

Bilamanakah Anda biasanya terjebak sehingga bisa menghancurkan apa yang berharga bagi Anda?

Saat ini adalah waktu yang sangat penting. Bersikaplah jujur

Anda hanya akan menjadi sekuat ketika Anda bersikap jujur.

Saya ingin Anda berhenti sejenak dan mencoba mengingat saat di mana Anda paling rentan. Mungkin itu ketika Anda bepergian. Anda jauh dari rumah. Bekerja keras. Merasa kesepian. Dan godaan datang menyerang. Mungkin itu terjadi ketika Anda merasa bosan. Tak ada banyak hal yang dapat dilakukan di hari Minggu sore, pikiran Anda berkelana. Anda bermain media sosial. Beberapa klik kemudian Anda tiba di suatu tautan yang tidak seharusnya Anda buka.

Setelah Anda bisa mengenali titik paling rentan Anda, Anda bisa menetapkan batasan. Kalau Anda tidak punya tembok pertahanan yang kuat, ini saatnya untuk membangunnya. Kalau Anda mempunyai beberapa titik rentan di tembok yang sudah dibangun, sekarang mari kita tutup celah-celah itu dan singkirkan akses-akses masuk yang kelihatan. Saya sarankan kalau Anda bahkan jauh-jauh tergoda untuk berpikir bahwa Anda kemungkinan akan menjadi rentan, rencanakanlah hari ini untuk terhindar dari masalah hari esok. Kalau Anda benar-benar ingin menghormati Allah, hidup oleh RohNya, maka inilah saatnya untuk melindungi titik-titik lemah Anda.

Mengapa? Karena kebanyakan peperangan dimenangkan atau dikalahkan bahkan sebelum peperangan itu dimulai.

DOA KEKUATAN

Selidikilah hatiku, ya Tuhan, dan tunjukkanlah di mana aku harus melindungi kelemahan-kelemahanku. Lindungilah aku dari serangan si jahat. Tolonglah aku untuk berperang sebelum peperangan itu dimulai.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top