Rasa Tenang Bersama-Nya

Senin, 4 April 2022

Bacaan : Mazmur 55 : 13-23

Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. (Mazmur 55:18)

Kapankah terakhir kali Anda menghela nafas dalam dengan lega?

Ketika Amy duduk di samping saya, kadang-kadang ia mendesah dengan gelisah—lalu menggumam, seperti, “Lagi-lagi begitu, jadi orang biasa aja lah.” Lain waktu, ia merapat kepada saya dan menghela nafas lega, rasa dekat dan aman, keintiman dan kedekatan. Terus terang, saya lebih menyukai helaan nafasnya yang kedua ini, dan saya tahu kadang-kadang saya mengalami perasaan yang serupa dalam hadirat Tuhan.

Ketika saya berdoa dan membuka hati saya kepadaNya, saya tidak perlu merasa kuat dan mendapatkan semua jawabannya. Ia sudah mengetahui semua kelemahan dan keterbatasan saya lebih dari diri saya sendiri, jadi saya tidak perlu berpura-pura segala sesuatu sudah teratasi atau terkendali. Saya bisa tenang dan membiarkan jiwa saya menghirup nafas, beristirahat dalam kepenuhan hadiratNya, aman dalam pengetahuan akan diriNya dan seberapa besar Ia mengasihi saya.

Anda juga bisa merasakan sensasi rasa aman dan kepuasan yang sama ketika Anda berbicara kepada Bapa. Ketika Anda tenang hanya dengan menjadi anakNya dan menyadari bahwa Ia sangat mengasihi Anda sehingga Ia rela mati bagi Anda, maka Anda tidak perlu lagi bersandar pada keadaan, pencapaian, atau ketergantungan akan kepuasan. Anda bisa tenang, karena Anda dikasihi oleh Dia yang menciptakan Anda.

DOA KEKUATAN

Tuhan, terima kasih karena aku mempunyai segala yang kuperlukan di dalam Engkau. Hari ini aku bersyukur untuk waktu kita bersama dan karena Engkau telah menunjukkan kepadaku betapa besar Engkau mengasihiku.

From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top