Kamis, 3 Desember 2020
Bacaan : 1 Korintus 2 : 6-16
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (Roma 12:2)
Apa yang ada dalam pikiran Anda saat ini? Berikut ini apa yang ada dalam pikiran saya tepat pada saat ini ketika saya sedang menuliskan ini: Beberapa pria yang sepertinya saya kenal baru saja masuk ke cafe. Chai latte ini bukan kopi terbaik yang pernah saya minum. Kenapa Wi-fi-nya nggak jalan? Orang itu brewoknya tebel banget. Banget.
Segala sesuatu yang ada di tubuh tergantung dari bagaimana pikiran bekerja. Otak adalah organ yang utama. Anda bisa saja menerima transplantasi jantung, kaki atau lengan, bahkan paru-paru. Tetapi tidak ada pengganti untuk otak yang telah Allah berikan kepada Anda. Pikiran Anda adalah milik Anda sendiri.
Imajinasi kita itu sungguh luar biasa. Coba pikirkan: setiap buku, acara televisi, film, lagu, furniture, gambar mural, sepatu flip-flop—semuanya—awalnya hanyalah sebuah ide. Hanya sebuah pemikiran dalam benak seseorang. Dan karena otak Anda sangatlah penting—semua rumus matematika yang sulit, kutipan yang terkenal, lagu masa kanak-kanak, dan selera fashion berada di sana—maka sangatlah vital bagi Anda untuk menjaganya.
Pikiran Anda adalah sebuah wadah, namun wadah yang rapuh. Maka menjadi berani berarti mengambil tindakan untuk menjaganya. Banyak hal-hal akan mengisinya—itu adalah sifat alami pikiran Anda. Tetapi apa yang akan diisikan ke dalam wadah tersebut, itu terserah Anda.
Segala sesuatu tergantung dari bagaimana pikiran bekerja.
Apakah jalan masuk ke pikiran Anda? Mata Anda. Telinga Anda. Itulah yang harus Anda jaga. Apa yang Anda lihat dan dengar akan sangat mempengaruhi otak (dan hati) Anda. Jadi, sangat sangat diperlukan hikmat untuk menentukan hal-hal apa saja yang boleh masuk ke dalam pikiran kita.
Pada saat yang sama, pikiran Anda dapat melakukan banyak hal bagi Anda. Pergunakanlah itu dengan baik—ciptakan hal-hal yang indah, kembangkan ide-ide cemerlang, tunjukkan kasih kepada orang-orang yang muncul dalam pikiran Anda. Jika Allah telah menaruh sebersit ide ke dalam pikiran Anda, Anda boleh merasa cukup berani untuk melaksanakannya. (Percayailah yang sebersit itu, Kawan).
Pikiran kita itu sangat kuat. Saya berdoa supaya Anda akan meminta kepada Allah untuk memberikan Anda pikiranNya, pikiran Kristus. Dan supaya Anda cukup berani untuk menjaga pikiran Anda, mengijinkan Allah untuk mengubah cara Anda berpikir, dan kemudian mengubah dunia melalui ide-ide yang menjadi kenyataan. (Sebersit ide itu. Saya mempercayainya!)
JADILAH BERANI: Adakah satu pemikiran, satu ide yang terbersit di kepala Anda yang Anda pikir mungkin sudah Allah taruh di situ? Tuliskanlah itu (Dan pada titik tertentu, lakukanlah sesuatu atas ide tersebut).
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

