Jumat, 4 Desember 2020
Bacaan : 1 Yohanes 4 : 10-19
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Amsal 18:21)
Pagi ini ketika saya tidak menyukai penampilan dari jeans yang saya pakai, saya berkata pada diri saya sendiri. Annie yang dulu akan akan mengatakan serentetan hal yang jelek tentang penampilan saya, tapi sebaliknya, saya melihat ke dalam cermin dan berkata, “Hey, pakai celana yang lain. Jangan yang itu.” Dan saya melepas celana itu dan mengganti dengan yang lain.
Dalam Amsal 18:21 dikatakan bahwa segala sesuatu yang Anda katakan akan menghasilkan kehidupan atau kematian. Berbicara kepada diri sendiri itu sama halnya seperti berbicara dengan orang lain. Seperti tentang jeans saya pagi tadi, saya lebih memilih kata-kata kehidupan daripada kata-kata yang mematikan. Percakapan seperti itulah yang saya inginkan dengan diri saya sendiri—percakapan yang jujur, baik, dan penuh kehidupan.
Sahabatku, berhentilah bersikap jahat terhadap diri sendiri. Ini serius. Jika Anda ingin menjadi pribadi yang melakukan hal-hal berani yang menjadi panggilan Allah bagi Anda, mulailah mengucapkan perkataan kehidupan dan membangun hal-hal yang indah dalam diri orang lain dengan perkataan Anda, ini dimulai dengan melakukannya terhadap diri Anda sendiri.
Berbicara kepada diri sendiri (self-talk) adalah bagian yang cukup besar dalam kehidupan setiap orang. Kita secara terus-menerus dan di bawah sadar memiliki pikiran yang terus berjalan dalam benak kita yang mengarahkan hari-hari kita. Anda perlu mendengarkan suara itu. Bagaimana dengan yang negatif? Suara-suara yang melemahkan dan membuat Anda merasa tidak dikasihi dan ketakutan? Saatnya untuk memangkas suara-suara itu. Hentikan diri Anda, kenali kebohongannya, dan ucapkan kebenaran menggantikan dusta tersebut.
Berbicara dengan lembut kepada diri sendiri akan membuat Anda berani.
Berbicara dengan lembut kepada diri sendiri akan membuat Anda berani. Dan jika Anda kesulitan menemukan alasan untuk berbicara dengan lembut kepada diri sendiri, ingatlah: Anda menerima kasih dari Allah bukan karena Anda layak atau berhak menerimanya. Allah mengasihi kita, bahkan ketika kita tidak layak menerimanya (1 Yoh 4:19).
Anda bukan mendapatkan kasih ini, ini adalah anugerah. Kita tidak berusaha melawan dusta dan mempercayai kebenaran dan mengasihi diri kita karena kita sempurna. Kita melakukannya karena dalam ketidaksempurnaan kita, Allah begitu mengasihi kita dan menjadikan kita sebagaimana diinginkanNya.
Anda dapat berbicara dengan lembut kepada diri Anda sendiri karena Allah sangat mengasihi Anda karena Anda adalah milikNya. Berbicaralah dengan lembut kepada diri Anda, sebagaimana Yesus berbicara dengan lembut kepada Anda. Perkataan itu memiliki kuasa, dan bila Anda mempercayainya, Anda akan menjadi berani.
JADILAH BERANI : Tuliskanlah catatan singkat untuk diri Anda sendiri, dan tuliskanlah tiga hal yang Anda syukuri tentang diri Anda sendiri. (Saya serius. Lakukanlah ini.)
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

