Sabtu, 5 Desember 2020
Bacaan : 2 Timotius 1 : 6-10
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2 Timotius 1:7)
Saya berharap, saat saya bertumbuh dewasa saya bisa menyukai apapun yang ingin saya sukai.
Saya senang bermain dalam band sekolah. Saya sangat menggemari musik. Bahkan, saya melatih diri saya memainkan piano dengan menggunakan keyboard elektrik 3 oktaf yang kecil dan sebuah lagu himne yang diberikan pemimpin koor saya ketika mau naik kelas empat.
Jadi ketika saya masuk SMP, saya langsung bergabung dengan band. Waktu itu cukup sulit memilih antara band dan orkestra karena saya tidak dapat memutuskan antara French horn atau cello. Sementara Grace, teman dan tetangga saya, bergabung dengan orkestra, saya merasakan dorongan untuk memainkan French horn. Dan wah, betapa saya menyukainya.
Ketika tiba saatnya saya masuk SMA, saya keluar, karena saya pikir sepertinya tidak keren berada di band. Harga diri saya sangat rendah sehingga saya meninggalkan sesuatu yang sangat saya nikmat karena saya berusaha keras untuk dianggap keren.
Kalau saja saya cukup berani untuk mengejar apa yang saya sukai waktu itu, saya akan tetap memainkan French horn dan mungkin saya benar-benar dapat menikmatinya. Mungkin saat ini saya sudah bergabung dengan Nashville Symphony dan bukannya mencoba mengingat-ingat apakah saya masih bisa memainkan instrumen itu atau tidak. Tetapi waktu itu saya pikir lebih penting untuk melakukan hal yang “keren” dari pada melakukan hal yang saya sukai. Saya membutuhkan pengakuan orang lain karena saya tidak mengakui diri saya sendiri.
Saya pikir lebih penting untuk melakukan hal yang “keren” dari pada melakukan hal yang saya sukai. Saya membutuhkan pengakuan orang lain karena saya tidak mengakui diri saya sendiri.
Saya berharap itu hanyalah masalah yang saya miliki ketika saya masih anak-anak, tetapi ternyata bukan. Setiap saat saya masih harus merasa percaya diri dengan pribadi yang saya inginkan dan apa yang saya ingin lakukan, bahkan jika itu tidak keren atau populer.
Tahukah Anda apa yang berani? Mengijinkan diri Anda untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan, untuk menyukai apapun yang Anda ingin sukai.
Itulah harapan saya bagi Anda. Bahwa ketika Anda bertumbuh mengasihi diri Anda lebih dan lebih lagi, Anda akan merasa cukup berani untuk menyukai hal-hal yang Anda sukai dan bukannya menggantikan dengan hal yang lain karena Anda pikir itu yang diperlukan untuk bisa diterima oleh orang lain.
Allah menerima Anda. Dan semoga Anda juga menerima diri Anda sendiri.
JADILAH BERANI : Saya senang membuat daftar. Jadi hari ini buatlah daftar lima hal yang benar-benar Anda sukai: hobi, musisi, makanan, tempat, acara TV, atau apapun. Ijinkan diri Anda untuk menyukai apa yang Anda sukai.
From “100 Days to Brave” by Annie F. Downs

