Kamis, 12 November 2020
Bacaan : 1 Timotius 4 : 1-16
Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri? (Roma 2:21)
Seringkali Gereja bereaksi terhadap penyelewengan sistem dunia ini dan menciptakan kesalahan yang sama berbahayanya dengan sistem yang mereka tolak. Hal ini juga berlaku dalam bidang pendidikan. Pola pikir Barat, yang menghargai penalaran sebagai satu-satunya ukuran kebenaran yang sesuai, telah merongrong Injil. Pandangan hidup, yang diperangi Paulus dalam 1 Korintus, telah diterima dengan antusias oleh budaya pendidikan Barat. Pandangan itu bersifat anti-Kristus. Hal-hal supranatural kemudian menjadi bahan evaluasi dari orang yang tidak terpelajar. Tetapi solusi atas problem ini bukanlah menolak pendidikan; jawabannya adalah melakukan terobosan. Penolakan kita menjauhkan kita dari fungsi kita sebagai garam dunia yang bertugas untuk mencegah dunia ini dari pembusukan (Mat 5:13).
Menerobos sistem pendidikan sangat penting karena gunung inilah yang membentuk pola pikir dan harapan generasi yang lebih muda. Meskipun masih bisa diperdebatkan bahwa public figur saat ini memainkan peranan besar dalam membentuk pikiran generasi muda, para pendidik biasanya memiliki peranan besar dalam membentuk pikiran para public figur tersebut dalam cara berpikir mereka.
Anak-anak kita harus mendapat pendidikan tinggi, dan menjadi pendidik. Tetapi tujuan itu belum lengkap tanpa pola pikir Kerajaan. Kita mengutus mereka ke wilayah yang berbahaya untuk mendapat pelatihan. Pilihlah sekolah mereka dengan hati-hati. Setiap guru yang mendidik anak Anda adalah otoritas yang diberi wewenang—diberi wewenang oleh Anda. Alkitab tidak memberikan otoritas untuk mendidik anak-anak kepada pemerintah, tak peduli betapa mulia pun niat mereka. Otoritas itu terletak pada bahu Anda, jadi berdoa, berdoa, berdoalah, dan didik, didik, didiklah.
Nilai-nilai moral merupakan dasar integritas. Dan nilai-nilai moral berakar pada karakter Allah. Pendidik supernatural memiliki akses pada wilayah kestabilan yang tidak dimiliki orang lain. Itu tidak berarti bahwa seseorang harus percaya untuk memiliki integritas. Namun unsur supernatural tersedia dalam wilayah karakter yang hanya dikhususkan bagi orang yang memiliki Roh Kristus yang sudah dibangkitkan yang hidup dalam diri mereka.
Keunggulan jauh lebih dari sekedar menasihati murid-murid untuk mendapatkan nilai yang bagus. Itu merupakan karunia dari Allah yang menggunakan sumber-sumber dari realitas natural dan spiritual secara maksimal. Beberapa murid tampak bagus dalam segala sesuatu, sementara yang lain tampak tidak memiliki karunia dan talenta yang dibutuhkan sehari-hari. Dalam kenyataan, setiap orang memiliki bidang khusus di mana mereka unggul sesuai karunia Allah dan pendidik yang bijaksana akan menemukan bidang tersebut dalam diri seorang anak. Guru yang unggul akan mendatangkan keunggulan dari seseorang yang tidak bisa menemukan keunggulan mereka sendiri.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

