Jumat, 13 November 2020
Bacaan : Mazmur 150
Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulutNya datang pengetahuan dan kepandaian. (Amsal 2:6)
Dunia hiburan mencakup seni, olahraga profesional, dan media.
Belum lama ini dunia hiburan dipandang tidak kudus sehingga orang percaya dilarang memasuki bidang tersebut. Gereja seringkali jatuh pada pandangan bahwa kegelapan jauh lebih kuat daripada terang. Hiburan merupakan gunung pengaruh yang harus diterobos. Tuduhan bahwa bidang ini tidak kudus sebenarnya ‘tidak tepat’, tetapi sayangnya, itulah yang terjadi dalam kenyataannya—tempat mana pun yang tidak kita masuki akan menjadi lebih gelap pada saat kita tidak hadir. Kita adalah “terang dunia” (Mat 5:14). Bidang masyarakat yang tidak kita masuki terhilang tanpa harapan dalam kegelapan. Invasi merupakan tanggung jawab terang.
Ini merupakan bidang yang perlu diperbaiki sebagai tujuan utama. Jika dihindari, hal ini akan merusak dan menjarah. Tetapi sesuai fungsi utamanya, hiburan itu mencipta. Rekreasi (recreation) berasal dari kata: recreate (menciptakan kembali)! Hiburan tidak boleh hanya kreatif, melainkan juga mencipta!
Film Mel Gibson The Passion of Christ merupakan kesaksian tentang perubahan yang sedang terjadi di area ini. Pintu bidang ini sekarang terbuka lebar. Amoralitas, iri hati, kebencian dan balas dendam merupakan pengganti yang buruk bagi kreativitas yang nyata ini.
Tampaknya kreativitas adalah tempat yang memberikan tantangan yang terbesar bagi kita di gunung pengaruh itu. Hal yang sebaliknya terjadi. Penulis, desainer dan hal semacam itu telah menggantikan kreativitas dengan sensualitas. Hal ini telah menciptakan jurang yang besar di area orisinalitas yang nyata. Setiap orang yang telah melepaskan diri dari tekanan untuk melipatgandakan sampah serba otomatis ditempatkan untuk mencipta. Belajar berdoa dalam Roh dan tenggelam dalam hadiratNya akan sangat menolong bagi orang yang ingin melakukan terobosan ke gunung ini. Segala yang kita cari dapat kita temukan di surga. Dan Anda harus pergi ke sana untuk mendapatkannya. Novel dan drama terbaik masih belum ditulis. Melodi yang paling indah yang membuat nyaman telinga yang mendengar masih belum ditemukan. Orang yang punya telinga untuk mendengar Allah akan menemukan pengalaman “didudukkan di tempat-tempat surgawi” dan akan mendapatkan akses pada hal-hal yang belum pernah dilihat generasi sebelumnya.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

