Sabtu, 6 November 2021
Bacaan : Mazmur 8
sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. (2 Tesalonika 1:12)
Nama itu penting, bukan?
Saya menyadari hal ini ketika mengunjungi gereja orang tua saya dan ayah saya yang berusia 88 tahun memperkenalkan saya kepada teman-temannya dengan nama kakak perempuan saya. Tentu saja itu tidak masalah buat mereka, tetapi saya kaget karena itu ternyata masalah buat saya.
“Pa, Papa ‘kan hanya punya dua anak perempuan dan aku bukan yang itu,” saya menegurnya dengan lembut. “Aku Debbie, yang lebih muda.”
“Kamu yakin ya?” jawabnya sambil menyipitkan mata dan memperhatikan saya lebih jelas. Saya sudah duduk di sebelahnya selama satu jam terakhir.
“Dia juga gak pernah tahu umur saya berapa,” kata saya sambil nyengir kepada teman-temannya.
“Gimana Papa bisa ingat?” ayah menyahut. “Kan setiap tahun selalu berubah.”
Belakangan ini saya melakukan penyelidikan Alkitab pribadi tentang nama-nama Yesus dan terpesona akan betapa pentingnya nama itu bagi setiap kita yang memanggil Dia sebagai Tuhan. Inilah sebabnya:
- Nama Yesus telah dinubuatkan oleh malaikat sebelum Dia dikandung (Lukas 2:21)
- Kita diberikan hidup yang kekal dengan percaya di dalam nama Yesus (Yohanes 20:31)
- Ada kuasa kesembuhan di dalam nama Yesus (KPR 3:6, 4:10, 16:18)
- Kita menemukan kekuatan dan keberanian dalam nama Yesus (KPR 9:28)
- Kita diampuni dan dibarui oleh nama Yesus (1 Korintus 6:11)
- Kita sanggup mengasihi mereka yang sulit dikasihi melalui nama Yesus (1 Yohanes 3:23)
Ya, ada kuasa dalam sebuah nama. Terutama nama itu.
Ya, Nama di atas segala nama,
Tolonglah aku untuk menjaga kekudusan dan kehormatan namaMu, dan untuk tidak pernah menyebutNya dengan tidak hormat.
From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

