Sembuh

Jumat, 5 November 2021

Bacaan : Lukas 18 : 35-43

Lalu Yesus berkata, “Kalau begitu, lihatlah! Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh.” (Lukas 18:42BIMK)

Saya senang belajar Alkitab dengan berbagai versi terjemahan dan tafsiran, menggali setiap hal yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan saya pribadi. Mari kita bersama membuka Alkitab kita di Lukas 18:35-43 saat Yesus menyembuhkan seorang buta.

  • Kisah ini dicatat dalam tiga kitab Injil: Matius, Markus, dan Lukas.
  • Yesus sedang dalam kondisi yang cukup emosional dalam perjalananNya ke Yerusalem, karena Ia tahu Ia akan menghadapi kematian. Ia sedang berusaha memberi pencerahan kepada dua belas muridNya (ay 31-34)—sahabat terdekatNya—tetapi sepertinya mereka tidak dapat memahami. Yesus tentu merasakan beban berat dalam hatiNya.
  • Orang buta ini adalah pengemis profesional, yang terbiasa diabaikan orang.
  • Ia sudah mendengar tentang Sang Penyembuh misterius ini, jadi ketika Yesus lewat di jalan itu, ia berteriak sekuat tenaga, untuk menarik perhatian.
  • Orang ini mula-mula meminta belas kasihan, kemudian baru kesembuhan. Ia tahu mana yang lebih penting.
  • Orang-orang yang mengikuti Yesus menyuruh orang buta ini untuk diam (ay 39). Mengapa ada orang yang tidak mau melihat Yesus menunjukkan belas kasihan kepada seseorang? Apakah mereka iri? Tidak berbelaskasihan? Atau seperti saya, terlalu sibuk dengan agenda yang terlalu padat?
  • “Yesus berhenti” (ay 40). Saya SUKA ini. Yesus membiarkan diriNya diganggu. Ia tidak terlalu sibuk, terlalu stres, atau terlalu memusatkan perhatian untuk menjawab kebutuhan orang lain. Hmm. Lalu mengapa saya bersikap seperti itu?
  • Ketika kuasa Yesus dinyatakan, pria itu langsung membuat keputusan untuk mengikut Dia, memuliakan Allah dan membagikan kabar yang luar biasa itu kepada setiap orang yang ditemuinya. 

Orang buta ini tidak hanya melihat cahaya, ia telah melihat Kristus. Ia yang tadinya hanya percaya tentang Yesus, sekarang dia percaya kepada Yesus. Dan ia memberitahukan itu kepada semua orang.

Saudara, semoga kita juga bisa memiliki keberanian seperti itu.

Oh Tuhan yang mencelikkan mata,

Aku dahulu buta, namun sekarang melihat. Tolonglah aku untuk bisa bersikap seperti orang yang telah disembuhkan matanya.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top