Senin, 13 Juli 2020
Bacaan : Yohanes 21 : 15-19
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)
Baru-baru ini keluarga saya pergi ke trek motocross dan kami takjub melihat semua gundukan, belokan, lengkungan, dan jalan naik turun yang berbelok 1800 di sisi bukit di depan kami. Ketika giliran kami untuk naik motor mendekat, kami diberi instruksi tentang cara mengontrol motor kami—dengan 250 cc, motor kami punya mesin besar dengan tenaga besar.
Kemudian muncul ide dalam pikiran saya: bagaimana jika saya sekedar mendorong sepeda motor saya keliling trek? Bayangkan bagaimana jika saya tidak pernah menghidupkan mesin dengan dorongan kaki pada kick-starter, tidak pernah menggunakan tenaga mesin, tetapi sekedar mendorong motor itu keliling trek dan melintasi bukit-bukit dan memutar belokan yang tajam. Ide yang gila, bukan? Namun beginilah cara banyak orang menghadapi kehidupan. Perubahan yang luar biasa terjadi ketika kita menyadari bahwa kita memiliki semua kuasa yang disediakan Allah bagi kita. Tetapi kita lebih sering menggunakan kekuatan kita sendiri, berusaha mendaki bukit dan menangani masalah tanpa kekuatan yang memadai untuk menyelesaikan putaran.
Kehidupan memiliki banyak persamaan dengan motocross. Belokan tajam dan tikungan tiba-tiba. Kadang-kadang kita juga terjatuh dalam trek kehidupan. Itu bukan masalah apakah kita gagal tetapi kapan kita gagal. Itu adalah bagian kehidupan. Setiap orang yang sukses juga pernah gagal berulang kali. Thomas A. Edison menyatakan, “Saya tidak gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang keliru.” Kita perlu ketekunan yang sama untuk bisa terus maju. Kekuatan terbesar yang kita butuhkan dalam hidup kita adalah kekuatan untuk memulai lagi setelah terjatuh.
Teladan favorit saya tentang seseorang yang bangkit kembali dari keterpurukan adalah Rasul Petrus. Dia benar-benar kehabisan tenaga. Namun Allah memberi dia kekuatan untuk memulai lagi. Petrus menjadi rasul besar bagi Kristus, salah satu yang terbesar sepanjang masa, dan menjadi fondasi gereja.
Petrus pernah mengalami situasi terperosok. Setelah dengan bangga dan percaya diri ia menyatakan diri sebagai pengikut Tuhan yang setia dan dapat diandalkan, tak lama kemudian ia mengecewakan Yesus dengan penyangkalannya (lihat Luk 22:61-62). Namun Allah kita adalah Allah yang memberi kesempatan kedua. Karena kuasa kasihNya, kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya. Setelah belajar dari kegagalannya dan melepaskan rasa bersalahnya, Petrus menyerah pada kekuatan Allah. Berserah berarti menyerahkan diri kita pada cara Allah melakukan sesuatu. Dan Tuhan memulihkan dia, mempercayakan gerejaNya dalam penggembalaannya.
Apakah Anda merasa telah mendorong motocross Anda berkeliling trek yang tidak rata? Anda memiliki kekuatan tak terbatas yang tersedia bagi Anda setiap hari. Dengan kekuatan mesin yang besar, satu-satunya yang harus Anda lakukan adalah menghidupkan mesin dan menggunakan kekuatan Allah untuk hidup Anda. Allah punya lebih banyak sumber daya yang tersedia bagi kita. Anda dirancang untuk melaju dengan kecepatan penuh.
PENERAPAN:
1. Buatlah daftar semua hal yang Anda pikir menghalangi Anda untuk sepenuhnya mempercayai Allah dalam hidup Anda: kekecewaan dan luka masa lalu, kehilangan, keraguan, dsb. Lalu bertanyalah pada diri sendiri apa yang Anda perlukan untuk percaya bahwa entah bagaimana Allah bisa menggunakan setiap hal itu untuk menggenapi rencanaNya. Gunakan waktu 1 menit untuk berdoa untuk setiap hal tsb, dan mintalah pertolongan untuk melepaskannya.
2. Jika kita gagal dan berusaha kembali ke trek, seringkali bermanfaat untuk membicarakan hal itu dengan seseorang yang kita percayai. Hubungilah seseorang hari ini dan buatlah rencana untuk chat atau video call dan memberi tahu dia mengenai posisi Anda di trek iman Anda.
From “One Month to Live” by Kerry & Chris Shook

