Es Krim Paddle Pop

Minggu, 12 Juli 2020

Bacaan :  Kejadian 37 : 5-11

Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. … (Ibrani 11:6)

Mimpi kita bisa semanis dan selezat es krim Paddle Pop. Menggenapi mimpi kita bisa menjadi seperti mengejar penjual es krim di lingkungan sekitar, dan menikmati sensasi krim yang dingin pada hari yang amat panas. Mimpi adalah sesuatu yang memanggil kita, sesuatu yang mungkin tampak tidak mungkin atau gila, tetapi rasanya lebih manis dan lebih memuaskan daripada yang pernah kita bayangkan.

Namun bagi kebanyakan kita, menggenapi mimpi kita jarang berjalan dengan mulus. Kita akhirnya merasa es krim kita seolah-olah meleleh dengan sangat cepat, terlepas dari stiknya, dan jatuh—terciprat di trotoar. Atau mungkin kita tidak kehilangan mimpi kita. Mimpi itu hanya terkubur di bagian belakang freezer kita, di mana mimpi itu menjadi rapuh, dengan bau hangus freezer dan kristal es yang menggerogoti rasa manisnya.

Allah telah menempatkan kita di sini karena alasan tertentu dan menanamkan mimpi dalam diri kita sehingga kita bisa melakukan bagian kita dengan melihat hal itu terwujud. Entahkah kita punya waktu 30 hari atau 30 tahun, kita ingin meninggalkan kehidupan di bumi ini tanpa penyesalan. Saya percaya Allah ingin mencairkan mimpi yang membeku yang Dia taruh dalam hati Anda. Dia ingin menyelamatkan Anda dari kehidupan yang biasa-biasa saja dan menghidupkan mimpi Anda kembali.

Mimpi muncul dalam variasi yang lebih banyak daripada rasa es krim.  Mimpi yang berasal dari Allah akan muncul sampai ke puncak sementara segala hal lainnya akan meleleh. Seperti halnya es krim float dalam minuman soft drink muncul ke permukaan, demikian juga mimpi Allah bagi kita.

Mimpi dari Allah muncul sampai ke puncak, pertama, karena ini membutuhkan iman, Jika mimpi berasal dari Allah, mimpi itu akan begitu besar dalam hidup Anda sehingga Anda tidak bisa melakukannya dengan kemampuan Anda sendiri. Jika Anda bisa melakukannya sendiri, tidak diperlukan iman. Alkitab berkata, “Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.”

Alasan lainnya karena itu berasal dari hati Anda, dari inti keberadaan Anda. Bilamana Allah memberi mimpi, Dia akan menempatkan hal itu jauh di lubuk hati Anda. Jika Allah memberi Anda gairah untuk melakukan sesuatu, Dia ingin Anda mengejarnya karena hal itu menyatu dengan keberadaan Anda.

Ketika kehidupan bertambah sulit, ketika kita terluka dan lemah, kita harus ingat apa yang dipertaruhkan. Ketika kita terluka, kita tergoda untuk mengubur mimpi kita dalam-dalam di hati kita, dan membuat mimpi kita beku. Semua luka masa lalu bisa menghalangi kita untuk percaya bahwa Allah bisa menggunakan kita. Kita sering gagal. Kita begitu berantakan. Kita begitu lemah dan lelah. Kita ingin menyerah dan melepaskan mimpi kita, dan takut semua sudah terlalu terlambat.

Namun bagi Allah, tidak pernah terlalu terlambat.

Allah bisa menggunakan pengalaman yang paling menyakitkan yang ingin Anda lupakan dan menggunakan itu untuk membuat perubahan positif dalam kehidupan orang lain. Saudara-saudara Yusuf menjual dia menjadi budak—musuh telah mencuri mimpinya. Allah menggunakan situasi itu untuk menjadikan Yusuf sebagai penguasa di Mesir selama masa kelaparan—Dia menggenapi mimpi. Ingatlah selalu bahwa tak peduli apa yang Anda alami, tak ada masalah yang bisa menghancurkan mimpi Allah untuk hidup Anda!

PENERAPAN:

1. Tarik keluar “kotak mimpi” Anda. Apa yang ada di dalamnya? Apakah mimpi Anda yang membeku? Dengan kata lain, apa yang akan Anda lakukan bagi Allah jika Anda tahu Anda tidak bisa gagal?

2. Tulis deskripsi 1 mimpi yang Anda miliki yang Anda percaya berasal dari Allah. Bagaimana mimpi itu “mengapung ke atas” dalam hidup Anda? Bagaimana mimpi itu membutuhkan iman dari Anda agar dapat terwujud? Bagaimana hal itu dapat dipakai untuk melayani orang lain?

From “One Month to Live” by Kerry & Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top