Rabu, 15 Juli 2020
Bacaan : Matius 6 : 9-15
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain …, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. (Kolose 3:13)
Ketika saya pergi ke pantai, saya memperhatikan bahwa banyak orang berkerumun di tepi pantai, tetapi tidak pernah masuk ke dalam air. Mereka sekedar berbaring dan berjemur. Yang lain masuk ke dalam laut dan mencipak-cipak sedikit, mungkin sampai ke pinggang, tetapi tidak pernah berpetualang jauh dari garis pantai. Beberapa orang memasang masker dan sirip untuk snorkeling ke sekeliling pantai dan tampak masuk lebih dalam. Namun mereka masih ada di permukaan.
Dunia di bawah air mencakup lebih dari 2/3 permukaan bumi ini. Penyelam bisa menyelam ke dalam dengan aman hanya sekitar 40 m. Ini kedengarannya dalam. Tetapi tempat terdalam di lautan adalah Tubir Mariana, yang kedalamannya lebih dari 10.000 m. Kita hanya bisa menyelam sedalam 40 m! Bahkan sekalipun kita menggunakan kendaraan selam untuk riset laut dalam, kebanyakan lautan masih terlalu dalam dan luas untuk diselidiki.
Kasih Allah sama seperti itu. Biasanya kita sekedar menciprat-ciprat di sekitar permukaan, tetapi Dia menawarkan seluruh level kedalaman dalam hidup ini kepada kita. Satu-satunya jalan kita bisa mengalami kedamaian adalah dengan mengakui dosa kita dan mengalami pengampunan dan kemurahan yang Dia berikan dengan cuma-cuma.
Penyelam di lautan yang dalam dengan pakaian yang dirancang secara khusus tahan tekanan, bisa menyelam jauh ke dalam lautan—sekitar 300 m. Doa Bapa Kami berfungsi sama seperti itu. Doa ini memungkinkan kita menyelam lebih dalam dan masuk ke inti masalah yang terpenting: pengampunan. Apakah kita sungguh-sungguh ingin Allah menjawab doa yang kita naikkan, “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kamu juga mengampu-ni orang yang bersalah kepada kami?” Alkitab memberi alasan yang kuat untuk mengampuni. Pertama, karena Kristus memerintahkan hal itu. Sepanjang Alkitab, pengampunan bukan sebuah saran. Itu adalah perintah.
Jika Anda berusaha menyelam ke dalam lautan tanpa pakaian menyelam khusus untuk lautan yang dalam, Anda tidak akan bertahan. Sama halnya, jika Anda berusaha hidup tanpa memaafkan, Anda tidak akan bertahan hidup. Anda sangat perlu mengampuni demi kepentingan Anda sendiri; jika tidak kita akan tenggelam dalam kepahitan.
Pengampunan tidak berkaitan dengan perasaan kita. Kita mengampuni karena kita membuat keputusan secara sadar. Allah berkata bahwa Anda perlu meng-ampuni demi kepentingan Anda karena kepahitan menghalangi berkat yang ingin Dia curahkan dalam hidup Anda.
Sebelum mengalami kepenuhan kasih karunia dan pengampunan Allah, Anda tidak akan pernah mam-pu mengampuni orang lain. Pengampunan berarti menyelam jauh ke dalam dalam kejujuran dan dengan sungguh-sungguh berkata, “Apa yang kamu lakukan sangat melukai saya, tetapi saya memilih untuk mengampuni dengan kuasa Allah.” Pengampunan yang sejati adalah berenang dalam lautan yang jauh lebih dalam daripada yang bisa kita duga. Jika Anda hanya punya waktu 1 bulan untuk dijalani, apakah Anda tidak mau bergeser dari permukaan yang dangkal menuju lautan pengampunan yang menyucikan?
PENERAPAN:
1. Buatlah daftar orang-orang yang perlu Anda ampuni. Juga daftar semua orang yang perlu Anda datangi untuk minta pengampunan. Sediakan waktu untuk membuat pengakuan kepada Allah. Mintalah kuasa Kristus untuk membasuh Anda dalam pengampunanNya sehingga hal itu akan memampukan Anda untuk mengampuni.
2. Pilihlah foto yang indah, kerang laut atau souvenir lainnya yang menggambarkan lautan. Tempatkan itu di tempat yang menonjol, atau bisa dipasang sebagai wallpaper di HP atau laptop Anda, yang akan menjadi pengingat untuk memohon pengampunan kepada Allah dan kemampuan untuk mengampuni orang lain di sekitar Anda setiap hari.
From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

