Kredo SAM

Rabu, 17 November 2021

Bacaan : Daniel 3 : 8-30

… karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu.” (Daniel 3:29)

Raja Babel yang sombong, Nebukadnezar, membangun patung raksasa dirinya sendiri dari emas dan memerintahkan semua orang untuk berlutut dan memberi penghormatan kepada patung itu … kalau tidak mereka akan menerima hukuman mati.

Mungkin ia berpikir bahwa ia sudah menjadi yang paling berkuasa, namun tiga orang pemuda budak Ibrani tidak berpikir demikian. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya menyembah Allah yang Esa dan mereka menolak untuk berlutut di depan bongkahan logam, sekalipun mengetahui risikonya adalah kematian di dapur api Raja Nebukadnezar yang mematikan.

Ini memang tindakan yang sangat berani, tetapi belum seberapa dibandingkan apa yang mereka lakukan selanjutnya.

Raja Nebukadnezar mengajukan pertanyaan sinis, “Dewa manakah yang akan sanggup menyelamatkan kamu dari kuasaku?” (Dan 3:15, BIMK), dan ketiga pemuda itu menjawab dengan apa yang saya sebut dengan Kredo SAM (singkatan dari nama mereka): “Jika Allah yang kami sembah sanggup menyelamatkan kami dari perapian yang menyala-nyala itu dan dari kuasa Tuanku, pasti Ia melakukannya. Tetapi seandainya Ia tidak melakukannya juga, hendaknya Tuanku maklum bahwa kami TIDAK AKAN memuja dewa Tuanku dan TIDAK pula menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu.” (Dan 3:17-19, BIMK).

Tetapi seandainya Ia tidak melakukannya… Lima kata kehidupan yang sangat kuat akan keyakinan antara hidup dan mati.

Pada intinya, Kredo SAM menyatakan, “Aku percaya bahwa Allah yang aku sembah sanggup menyelamatkan aku dari bencana ini. Namun seandainya Ia memilih untuk tidak melakukannya, aku akan tetap menyembah Dia.”

Maukah Anda mengulangi pernyataan ini bersama saya, kawan?

Dalam kisah Alkitab tersebut, Allah benar-benar bertindak dengan ajaib berjalan-dalam-perapian-yang-menyala-nyala dan akhirnya Raja Nebukadnezar memberi pernyataan di ayat 29.

Dalam kisah hidup Anda, apakah Anda siap mendeklarasikan Kredo SAM sebagai pernyataan iman Anda sendiri? Bahkan sekalipun Anda menghadapi diagnosis yang buruk, kehilangan yang menyakitkan, atau kehancuran finansial?

Ya Allah yang Penuh Kuasa,

Aku percaya bahwa Engkau sanggup. Selalu. Aku memilih untuk mempercayaiMu, apapun yang terjadi.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top