Terjebak di Kreta

Kamis, 18 November 2021

Bacaan : 2 Korintus 8 : 16-24

Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur … (Titus 1:5)

Seperti Titus, setiap kita pernah mengalami terjebak di Kreta di suatu saat dalam hidup kita. Beberapa di antara kita mungkin sedang berada di sana sekarang.

Di masa Perjanjian Baru, pulau Kreta yang jauh bukanlah tempat yang menarik. Rasul Paulus pernah meratap bahwa, “Orang-orang Kreta selalu berbohong, dan seperti binatang buas yang rakus dan pemalas” (Titus 1:12, BIMK). Namun Paulus meninggalkan asisten terkasihnya, Titus, untuk membereskan urusan gereja yang dirintis di sana.

Sepertinya ini bukanlah suatu misi di mana Titus menawarkan dirinya, tetapi Paulus yang sengaja memilih dia. Ia tahu Titus memerlukan waktu di Kreta demi kebaikannya sendiri.

Kreta di mana Anda dan saya terjebak saat ini mungkin bukanlah suatu lokasi geografis.

Bukan, Kreta kita adalah pola pikir—suatu tempat yang melibatkan isolasi, stres, atau bahkan penderitaan. Suatu tempat di mana kita tidak ingin berada di sana, tetapi tugas kita untuk berada di sana sampai Allah Bapa mengirim kita ke tempat lain.

Selama masa kita berada di Kreta, mungkin Tuhan ingin kita membereskan hal-hal yang masih perlu diselesaikan atau menyelesaikan tugas tertentu sebelum kita melangkah lagi. Atau Bapa ingin membangun kesabaran dalam diri kita untuk percaya penuh dan menantikan kehendak serta waktuNya yang sempurna.

Titus adalah teladan yang luar biasa bagaimana ia bukan hanya bertoleransi terhadap Kreta, namun ia juga berbuah di sana. Menurut 2 Korintus 7-8, Titus tidak mengeluh akan situasinya yang “tidak adil”. Ia menyadari bahwa ketidaknyamanannya yang sementara diijinkan Tuhan untuk mengembangkan kapasitas pribadinya. Titus tahu ia berada di mana ia harus berada dan menemukan sukacita dalam ketundukan kepada rancangan Allah.

Ya Tuhan segala Ketekunan,

Aku menyadari aku terjebak dalam Kreta pribadiku karena suatu alasan. Berikanlah aku kesabaran. Juga perahu untuk kendaraan pulang.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top