Selasa, 16 November 2021
Bacaan : Roma 3 : 9-26
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, … (Mazmur 103:2-3)
Seorang teman baru mengakui kepada saya bahwa ia adalah seorang lesbian. Ia bertanya-tanya apakah ia masih boleh datang di ibadah gereja kami. Ia ingin tahu lebih banyak tentang Tuhan, tetapi pernah diberitahu bahwa gaya hidupnya itu akan memberi dia tiket ke neraka.
Saya meyakinkan dia bahwa dia diterima dan bahwa gereja Tuhan dimaksudkan sebagai rumah sakit bagi orang-orang berdosa—yang berarti termasuk kita semua—bukannya biara bagi orang-orang kudus.
Ia bertanya kepada saya dari mana ia harus mulai membaca Alkitab yang saya berikan kepadanya. Saya menyarankan Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
Minggu berikutnya ia menemui saya dengan tatapan mata dingin. “Kamu mau mengacaukan pikiranku, atau gimana?” ia bertanya sambil membuka Alkitabnya di bagian kitab Roma yang mengutuk dosa-dosa, di antaranya dosa homoseksual (Rom 1:24-32). “Kalau aku nggak boleh datang ke gerejamu, bilang saja.” Tatapan matanya memancarkan rasa tertolak dalam dirinya.
“Aku mau kamu ada di sini, tetapi aku juga tidak akan minta maaf karena firman Tuhan. Allah memang membenci dosa dan menganggap homoseksualitas adalah dosa … tetapi Dia mengasihimu. Aku juga orang berdosa. Kita semua berdosa. Dosa-dosa dalam hidupku—beberapa juga tercantum dalam surat Roma itu—juga mendukakan hati Tuhan sama seperti dosamu.”
Saya berhenti sejenak. Ia menghela nafas.
“Allah Bapa mengasihi kita dan ingin kita mencari Dia apapun latar belakang kita. Ia sangat peduli akan hati kita di atas segalanya.”
Persahabatan kami pun bertumbuh semakin dalam di bulan-bulan berikutnya, dan saya sangat diberkati menyaksikan dia menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, keluar dari kepompong menjadi kupu-kupu yang indah.
Tidak ada hati yang tidak dapat diubahkan oleh Tuhan. Baik hati saya. Maupun hati Anda.
Allah yang Maha mengubahkan,
Terima kasih karena Engkau mengampuni dosa-dosaku dan memampukan aku untuk mengembangkan sayap kupu-kupuku oleh karena kasihMu.
From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

