Senin, 6 Maret 2023
Bacaan : Yohanes 10 : 1-15
… “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu …”, (Ibrani 3:15)
Doa adalah memasuki percakapan yang intim dengan Allah. Seperti ayah dengan anak, teman dengan teman, doa yang esensial adalah sebuah percakapan, yang melibatkan memberi-dan-menerima.
Mendengar suara Tuhan adalah salah satu harta yang hilang dalam Kekristenan—hubungan yang intim dan bisa bercakap-cakap dengan Allah itu tersedia, dan seharusnya merupakan sesuatu yang normal. Dalam Injil Yohanes, Yesus menggambarkan hubunganNya dengan kita, bagaimana Dia adalah Gembala yang baik dan kita adalah domba-domba peliharaanNya. Dengan penuh kasih, kelembutan namun tegas, Yesus menggiring kita—jangan hanya berkeliaran ke mana-mana mencari padang rumput, mencari kehidupan yang Anda inginkan. Tetaplah dekat. Dengarkanlah suaraNya. Biarkan Dia yang memimpin.
Saya menyadari bahwa banyak orang Kristen yang diajarkan bahwa Allah hanya berbicara kepada anak-anakNya lewat Alkitab. Namun Kitab Suci penuh dengan kisah di mana Allah berbicara kepada umatNya—secara intim dan pribadi. Adam dan Hawa berbicara dengan Allah. Demikian juga Abraham, Musa, dan Elia.
Jika Anda mendengar suaraNya dan membuka pintu hidup Anda kepadaNya, Yesus akan datang lebih dekat, menjadi lebih intim dengan Anda. Karena untuk keintiman inilah Anda diciptakan! Dan ini adalah penyelamatan, penghiburan, sumber dari berkat yang melimpah.
~***~
Apakah Anda sudah diajarkan bahwa Tuhan masih berbicara kepada umatNya? Maukah Anda membangun kepekaan untuk mendengar suaraNya? Mintalah kepadaNya.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

