Kebaikan Sejati

Selasa, 7 Maret 2023

Bacaan : Galatia 5 : 22-25

… Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. (1 Tawarikh 16:29)

Jenis “kebaikan” tertentu sedang populer akhir-akhir ini. Ini adalah sifat alami manusia: menemukan moralitas yang nyaman dan menganggapnya cukup untuk kekudusan. Tetapi sebenarnya itu tidak cukup. Mungkin Anda naik sepeda ke tempat kerja, atau mengendarai mobil hybrid, sehingga membantu mengurangi polusi—tetapi Anda menyimpan kebencian di dalam hati Anda.

Saya pikir budaya kebaikan populer ini telah membingungkan banyak orang muda yang benar-benar tulus mau mengejar kekudusan. Kebaikan dalam hal melestarikan alam tidak dapat dibandingkan dengan mencintai Yesus atau memberi tahu orang lain tentang Yesus.

Jelas, Yesus percaya bahwa beberapa perintah lebih berbobot daripada yang lain. Jadi mengapa mengasihi Tuhan bukan salah satu kategori yang Anda pikirkan lebih dahulu? Gereja cenderung berpikir dalam kategori moral “Mereka adalah jemaat yang setia; mereka memberikan perpuluhan setiap minggu. Mereka orang yang baik.” Tetapi apakah mereka mengasihi Tuhan? Banyak gereja dipenuhi dengan orang-orang yang tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan sebagai pusat misi dalam kehidupan mereka; namun mereka setia, jadi kita berpikir, Wah, luar biasa, mereka orang yang baik. Tetapi mereka gagal dalam hal pokok tentang kekudusan.

Sangat mudah jatuh dalam perangkap ini. Sangat mudah berusaha menjadi baik tanpa mengijinkan Yesus menguduskan kita. Tetapi di dalam Dialah kita menemukan kehidupan dan juga kekudusan, dan dari situ mengalirlah kebaikan yang sejati.

~***~

Ya Tuhan—tolonglah aku mengutamakan hal yang terutama. Tolonglah aku agar mengasihi Engkau menjadi prioritas utama bagiku.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top