Kerinduan untuk DImiliki

Kamis, 27 April 2023

Bacaan : Kejadian 2 : 18-23

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, …” (Kejadian 1:26)

Anda akan menemukan bahwa inti dari segala sesuatu, sebenarnya adalah—hati. Suatu kepribadian. Atau lebih baik, persekutuan hati. Komunitas. Trinitas. Dengan kata lain, kenyataannya kita berpusat pada hubungan.

Anda hanya harus melihat orang-orang untuk dapat menemukan kebenaran ini. Bukankah sukacita terbesar dan kenangan dalam kehidupan Anda selalu berhubungan dengan keluarga, sahabat, atau pengalaman jatuh cinta? Bukankah luka terdalam bagaimanapun pasti juga berhubungan dengan seseorang, atau hubungan yang gagal? Bahwa Anda tadinya dicintai, tetapi tak lagi demikian, atau bahkan Anda tidak pernah dipilih? Kemudian datanglah kesepakatan perasaan kesepian dan diabaikan.

Salah satu kerinduan manusia yang terdalam adalah kerinduan untuk dimiliki, untuk menjadi bagian dari sesuatu, untuk diundang masuk. Keinginan Anda adalah menjadi bagian dari suatu persekutuan. Dari manakah asalnya itu? Anda pada intinya adalah makhluk relasional. Anda diciptakan menurut gambar Allah, atau lebih baik lagi, menurut gambar Tritunggal. Dari jantung alam semesta datanglah detak jantung kita. Dari Persekutuan ini tumbuhlah kerinduan akan persahabatan, keluarga, persekutuan—suatu tempat di mana kita bisa menjadi bagiannya.

~***~

Bagaimanakah Anda merasakan kerinduan ini dalam hidup Anda? Apakah Anda menyadari bahwa kerinduan ini berasal dari Allah? Ke manakah saat ini Anda membawa kerinduan tersebut?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top