Hampir Mendidih

Senin, 8 November 2021

Bacaan : Filipi 4 : 4-8

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)

Dalam perjalanan ke sebuah pendalaman Alkitab di suatu pagi, teman saya Mary terjebak di persimpangan dengan lampu merah yang tiada akhir—tahu ‘kan, lampu lalu lintas yang sementara menunggu Anda bisa menanam kembang kol sebelum akhirnya warnanya berubah hijau dan hanya membiarkan tiga mobil yang lewat.

Mary sudah hampir mendidih ketika akhirnya mobilnya mencapai posisi paling depan, di depan garis marka jalan. Untuk menenangkan hatinya, ia mengambil Alkitab dan menaruhnya di kursi penumpang di sampingnya dan membiarkannya terbuka.

Mulutnya baru saja selesai bergumam ketika klakson mobil di belakangnya bersuara keras. Oh, ya ampun—sudah hijau! Saat Mary baru memindahkan gigi persneling, tiba-tiba di persimpangan jalan di depannya terdengar suara benturan logam yang sangat keras.

Ternyata sebuah truk telah menerobos lampu merah, menabrak sebuah mobil yang tepat akan menjadi posisi mobil Mary kalau saja ia tidak tertahan sejenak gara-gara membaca Alkitab.

Nyaris terhindar. Terlepas dari bencana. Peristiwa yang hampir saja mengubah hidup, namun tidak terjadi. Kasih karunia, langsung dari tangan Bapa yang penuh kasih.

Ada begitu banyak kasih karunia melimpah dalam kehidupan kita sehari-hari, entah kita menyadarinya atau tidak. Kenyataan bahwa kita bisa bangun dari tempat tidur setiap pagi itu pun adalah kasih karunia. Bahwa kita masih bisa bernafas normal sepanjang hari. Bahwa kita masih bisa membeli susu dan telur untuk keluarga kita.

Semua hal itu adalah karunia yang tidak layak kita dapatkan. Anugerah dan lebih banyak lagi anugerah. Anugerah yang melimpah. Anugerah yang luar biasa.

Mary berkata sekarang ia bisa lebih santai berada di lampu merah yang tiada akhir—ia mempergunakan waktu itu untuk mengagumi anugerah Bapa dalam hidupnya setiap hari.

Oh Imanuel,

Sugguh Engkau selalu ada. Besertaku. Wow. LUAR BIASA. Tolonglah aku untuk dapat melihat anugerahMu yang besar hari ini dalam setiap hembusan nafasku.

From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top