Bintang Laut

Sabtu, 1 Agustus 2020

Bacaan :  Galatia 6 : 1-10

Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru. (Amsal 21:13)

Seorang pria yang berjalan-jalan di pantai pada suatu pagi melihat pemandangan yang mengherankan; bintang laut yang tak terhitung banyaknya tersapu ke pantai sepanjang malam karena gelombang pasang. Mereka masih bergerak, masih hidup, merangkak, berusaha kembali ke laut. Pria ini tahu tidak lama lagi matahari akan membakar makhluk malang yang terjebak di pasir ini. Ia berharap bisa melakukan sesuatu, tetapi jumlah mereka ada ribuan. Tidak ada jalan baginya mengurangi jumlah mereka untuk menyelamatkannya.

Kemudian ia bertemu seorang anak kecil yang sedang membungkuk, mengambil bintang laut itu dan melemparkannya ke laut. Ia melakukan itu berkali-kali dan jelas berusaha menyelamatkan bintang laut tersebut sebanyak mungkin. Pria itu berkata kepada anak kecil itu, “Nak, apa yang kamu lakukan sungguh mulia, tetapi kamu tidak bisa menyelamatkan semua bintang laut itu.” Anak itu mulanya tidak berkata apa-apa. Kemudian ia membungkuk dan mengambil bintang laut lainnya, dan melemparkannya ke laut sejauh mungkin, dan berkata, “Ya, saya membuat semua perbedaan yang diperlukan untuk bintang laut yang satu ini.”

Anak kecil ini tidak mengijinkan besarnya masalah menghalanginya untuk melakukan sesuatu yang bisa ia lakukan: menyelamatkan 1 bintang laut setiap kali. Ketika kita diingatkan tentang masalah global seperti kelaparan penduduk dunia, wabah AIDS, perang dan kemiskinan dari berita TV malam, kita seringkali menanggapi dengan sikap apatis atau ketakutan. Namun jika kita menyelaraskan pandangan kita dengan sudut pandang Allah dan menyelamatkan bintang laut satu demi satu, kita akan melakukan apa yang bisa kita kerjakan, tak peduli seberapa kecil dan sepele usaha kita tampaknya. Jika kita menjamah hidup satu orang, kita mungkin membuat perbedaan antara kehidupan dan kematian untuk orang lain. Jika kita melakukan apa yang bisa kita lakukan, kapan pun dan di manapun kita bisa serta menjadikan itu sebagai kebiasaan, kita akan diubahkan pada saat kita menolong orang lain.

Salah satu cara pertama dan terpenting yang bisa kita gunakan untuk lebih memperhatikan orang lain adalah berdoa untuk orang-orang miskin dan tertindas di seluruh dunia. Mendoakan kebutuhan mereka, kesembuhan dan kebutuhan mereka, kebebasan agama dan politik mereka, untuk makanan, air bersih, dan obat-obatan yang vital. Ketika kita mulai berdoa untuk orang yang menderita di sisi lain dunia ini, kita mulai memperhatikan mereka. Kita dipaksa untuk melihat melampaui diri sendiri dan bersandar pada Allah untuk menunjukkan kepada kita bagaimana cara mengasihi dan menolong orang-orang yang kita doakan.

Pemberian terbesar kita—waktu, talenta, dan harta benda kita—penting dalam proses menuju kedewasaan dan membangun warisan global. Pikirkan keahlian yang Anda miliki di tempat kerja—entah itu bidang konstruksi, bank, penjualan, atau pendidikan. Anda memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang bisa mengubah hidup orang lain jika Anda mau membagikan hal itu.

Cara terakhir kita bisa bertumbuh menuju kedewasaan dan menciptakan hati yang sadar akan kebutuhan dunia adalah dengan bekerja di tengah masyarakat. Entah melalui gereja, sekolah, perusahaan atau keluarga, kita dipanggil untuk berkumpul dan saling menolong. Bersama, kita bisa benar-benar mengubah dunia ini.

PENERAPAN:

1. Untuk bulan depan, pilihlah satu benda yang mendatangkan kenyamanan, kemewahan, atau kenikmatan untuk Anda korbankan. Mungkin itu adalah secangkir kopi di café favorit Anda setiap hari, satu jam sinetron sebelum tidur, pencuci mulut kesukaan Anda, atau sesuatu yang mirip dengan itu. Gunakan waktu atau uang yang biasanya  Anda belanjakan untuk hal itu untuk tujuan yang lebih besar—doa, memberi sumbangan untuk kegiatan kemanusiaan atau misi dunia, atau memberikan pelayanan Anda kepada orang lain yang membutuhkan.

2. Kebutuhan ada di sekitar kita, dan kita tidak perlu meninggalkan lingkungan kita, apalagi negara kita untuk memberi pengorbanan. Minggu ini mulailah proyek pelayanan lokal di wilayah Anda. Anda mungkin bekerja bersama gereja Anda, situs web komunitas, atau departemen di tempat kerja. Tetapkan target khusus—misalnya mengumpulkan pakaian untuk tempat penampungan tunawisma, atau menggalang dana untuk korban bencana. Tetapkan tanggal dan tentukan peranan setiap orang dalam kelompok untuk memenuhi membuat pekerjaan itu terlaksana.

From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top