Benturan

Jumat, 31 Juli 2020

Bacaan :  Mazmur 37 : 1-11

Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. (Mazmur 37:3-4)

Anak-anak, bahkan orang dewasa, terkadang sangat menikmati permainan Boom-boom Car di taman hiburan. Sungguh asyik membenturkan mobil satu sama lain dalam arena permainan tersebut. Saya berharap kehidupan bisa seperti itu. Namun ternyata tidak senantiasa mudah menghadapi benturan dalam kehidupan. Kadang-kadang hidup kita keluar jalur, dan kita akan mengalami tabrakan dan tidak tahu cara menginjak rem. Hal itu biasanya dimulai dengan apa yang kita pikir sebagai defisit waktu. Jadwal kita terlalu padat, kita merasa kewalahan, dan segala sesuatu mulai berbenturan, dan kita menyadari tidak punya waktu untuk menangani semuanya. Jika kita hanya punya waktu 1 bulan untuk dijalani, kita cenderung membenahi kalender kita dan menyelidiki penyebab ketidaknyamanan kita secara lebih dalam.

Penyebab pertama adalah tabrakan nilai. Sesuatu yang kita pandang sebagai tabrakan yang berkaitan dengan jadwal biasanya merupakan tabrakan yang melibatkan nilai. Misalnya, kita berkata keluarga adalah prioritas utama, tetapi pekerjaan seringkali mengambil waktu lebih banyak daripada waktu bersama mereka. Untuk menyelaraskan prioritas, kita bisa memeriksa tabrakan itu dengan lebih serius: tabrakan kemauan. Kadang kemauan saya berbenturan dengan kehendak Allah. Allah telah memberi kita cukup waktu untuk mengerjakan segala sesuatu yang Dia kehendaki untuk kita kerjakan. Jika kita beristirahat dengan menyadari hal ini dan mempercayaiNya untuk hal yang harus diselesaikan setiap hari, pergumulan batin kita akan hilang ketika kita lebih bersandar pada rencanaNya.

Bagaimana kita menghindari tabrakan yang menyakitkan di mana kehendak kita menghalangi rencanaNya yang sempurna untuk hidup kita?  Dalam Mazmur 37:3-5 kita menemukan 3 prinsip untuk tetap tinggal dalam kehendak Allah. Yang pertama adalah masalah kepercayaan (ay 3). Jika kita mempercayai Allah, kita pasti ingin menaati Dia lebih dari mengikuti keinginan kita sendiri. Jika kita tidak mempercayaiNya, kita ingin berada di belakang kemudi dan mengambil kendali.

Prinsip berikutnya adalah bukan hanya percaya, melainkan juga perlu bersukacita (ay 4). Kata “bergembira” dalam bahasa Ibrani berarti “menikmati”. Jika Anda bergembira terhadap seseorang, Anda menikmati kehadiran mereka, dan ingin menghabiskan waktu bersama mereka. Kita harus bergembira di dalam Tuhan lebih dari kerinduan kita untuk mendapatkan keinginan hati kita.  Dia ingin kita merindukan kebersamaan denganNya, mengenal Dia, mengasihi Dia lebih dari tujuan manapun yang bisa kita capai dengan kekuatan kita sendiri. Akhirnya, jika kita ingin tetap berada di tengah kehendak Allah, kita harus punya komitmen (ay 5). Kita harus sampai ke tempat di mana kita setia untuk mengikuti kehendak Allah.

Mungkin Anda merasa hidup Anda telah berantakan dan potongan-potongannya sangat sulit dikenali atau diperbaiki. Tidak terlalu terlambat untuk mengubah arah hidup Anda! Allah masih punya rencana yang besar bagi Anda, tetapi langkah pertamanya adalah menyingkir dari kursi sopir dan memohon agar Allah mengambil alih kendali. Mulailah pikirkan Dia pertama-tama dalam setiap keputusan dan perhatikan, hidup Anda akan diubahkan. Waktu kita dalam hidup ini terbatas. Jika kita sungguh-sungguh ingin memastikan kita telah mencapai tujuan kita ketika tiba waktunya bagi kita untuk pergi, kita harus menyelaraskan diri dengan kehendak Allah, percaya, bergembira, dan menyerahkan diri pada jalanNya.

PENERAPAN:

1. Apakah penghalang terbesar untuk mempercayai Allah dalam hidup Anda saat ini? Apakah pengalaman masa lalu yang membuat Anda ragu-ragu, marah, terluka, atau kecewa? Sediakan waktu untuk berdoa, entah dengan menulis atau melibatkan Allah dalam pengalaman ini. Membangun kepercayaan kepadaNya bisa sulit jika Anda tidak berkomunikasi denganNya.

2. Buatlah daftar dari 1-5, dan tulislah keinginan hati Anda. Jujurlah dengan diri sendiri. Sediakan waktu untuk menyampaikan setiap keinginan Anda dan mengapa Anda merindukan hal itu. Serahkan daftar Anda kepada Allah, dan mohonlah sudut pandangNya tentang setiap hal.

From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top