Bahan Bangunan

Kamis, 30 Juli 2020

Bacaan :  1 Korintus 3 : 10-23

sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. (1 Korintus 3:13)

Kita semua ingin meninggalkan warisan, untuk mengetahui bahwa kita berarti. Dan warisan kita ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan hari-hari kita. Pertanyaannya adalah, apakah pengaruh kita masih dirasakan lama setelah kita mati? Paulus menyadari korelasi antara bahan-bahan bangunan yg kita gunakan dengan kualitas bangunan. Jika Anda ingin memastikan warisan Anda bertahan lama, yg bisa bertahan melalui ujian api pada saat terakhir, Anda membutuhkan 3 bahan bangunan utama.

Yang pertama adalah keyakinan Anda—apa yang Anda perjuangkan. Keyakinan adalah nilai inti dari firman Allah yang tak pernah berubah; nilai itu kekal. Jika kita ingin membangun warisan yang kekal, keyakinan kita harus berasal dari firman Allah. Firman Allah adalah batu karang yang teguh dalam dunia yang tergoncang. Namun kunci efektivitasnya adalah jika kita mempraktekkannya. Belajar Alkitab tidak cukup, kita harus mempraktekkan itu dalam hidup kita untuk menjadi keyakinan kita.

Bahan bangunan berikutnya muncul dalam karakter kita. Ketika kita mati, kita tidak membawa apa-apa kecuali karakter kita, siapa kita pada inti keberadaan kita. Sejak awal Allah selalu punya rencana, yaitu untuk membuat kita makin serupa dengan Yesus Kristus. Metode pertama yang digunakan Allah untuk mengembangkan karakter Kristus dalam diri kita muncul melalui masalah hidup.  Meskipun tidak menyenangkan, masalah selalu memiliki tujuan. Allah menggunakan tekanan kehidupan untuk menghaluskan bagian-bagian karakter kita yang masih kasar. Kita belajar kesabaran di bawah tekanan. Kedua, Dia menggunakan orang-orang dalam hidup kita untuk memperkaya karakter kita, untuk memangkas ujung-ujung keegoisan kita yang menghalangi kita mengasihi orang lain seperti Kristus.

Warisan kekal dibangun di atas landasan keyakinan, karakter, dan komunitas kita. Jika kita membentuk jembatan yang mengarah pada tujuan yang kekal, kita membutuhkan teman sekerja—orang-orang yg punya komitmen dan gairah yang sama terhadap Allah dan firmanNya. Jika tidak, kita mebangun jembatan yang akan terputus di tengah jalan ketika tubuh kita mati dan kita meninggalkan dunia. Jika kesempatan kita untuk hidup tinggal beberapa minggu, pilihan untuk berfokus pada Yesus dan pada orang-orang di sekitar kita akan lebih jelas dan lebih mudah. Membangun warisan yang kekal menuntut investasi dalam diri orang lain. Kebanyakan benda materi yang kita tinggalkan tidak akan bertahan lebih lama daripada kita. Namun jika kita membangun hidup kita di atas landasan keyakinan, karakter dan komunitas, kita akan mendirikan tugu peringatan yang kekal yang akan memberi keuntungan bagi generasi yang akan datang.

PENERAPAN:

1. Tulislah nomor dari 1-5, dan daftarlah sifat/karakter yang Anda kehendaki untuk diingat orang setelah Anda meninggalkan dunia ini. Bagaimana Anda melihat Allah mengembangkan hal ini dalam hidup Anda? Yang manakah yang tampaknya sedang Dia kerjakan dalam hidup Anda saat ini?

2. Buatlah lagi daftar 1-5. Tulislah nama orang—bukan anggota keluarga dan bukan rekan sekerja—yang memiliki keyakinan dan komitmen terhadap karakter ilahi yang sama dengan Anda. Seberapa sering Anda saling bertemu? Bagaimana Anda bisa mendorong mereka? Dalam bidang apakah mereka bisa membuat Anda lebih bertanggung jawab? Pikirkan untuk melakukan studi Alkitab bersama dalam kelompok kecil/DNA.

From “One Month to Live” by Kerry and Chris Shook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top