Sabtu, 14 Oktober 2023
Bacaan : 1 Yohanes 1 : 5-10
Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. (Amsal 24:16)
Sahabat, kesampingkanlah kesempurnaan. Anda sedang dalam proses perubahan, namun di saat Anda memaksakan kesempurnaan total maka Anda menempatkan diri Anda dalam kekecewaan yang pahit. Dosa bukanlah tuan Anda, karena Anda berada di bawah kasih karunia. Anugerah. Jadi apa yang Anda lakukan ketika Anda jatuh?
Segera bertobat. Lebih cepat lebih baik. Salah satu alasannya, Anda tidak ingin kehilangan keintiman dengan Tuhan. Di sisi lain, Anda tahu musuh akan menyerang Anda ketika Anda jatuh, dan Anda tentu tidak mau diserang oleh hal itu selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bertahun-tahun. Anda mengejar kemerdekaan; semakin Anda menunda untuk bertobat, semakin dalam dosa itu akan merasuki Anda. Bertobatlah segera: Pertama, datang kepada Tuhan. (Bapa, ampunilah aku.) Kedua, segera tinggalkan hal itu dan panggillah jiwa Anda dalam posisi di mana Anda tidak mau mengulanginya lagi. (Bapa, aku menolak [iri hati, komentar, hawa nafsu, pengecut]. Aku tidak lagi memberikan tempat untuknya dalam hati dan jiwaku.) Kemudian bersihkan dan perbarui—Anda kudus di hadapan Allah. (Bapa, sucikan aku dengan darah Yesus; basuhlah aku saat ini dari semua hal ini. Aku mempercayaiMu dan memohon kekudusanMu di sini.)
Jika Anda mempraktekkan hal ini—dan bukan hanya menyerah pada sikap pasrah—Anda akan menyukai kebebasan yang diberikannya. Sahabat, kekudusan adalah milik Anda, jika Anda memintanya, mencarinya, mengejarnya.
~***~
Tuhan Yesus, aku menerima Engkau sebagai kehidupanku dan aku menerima semua karya dan kemenangan kebangkitanMu, di mana Engkau telah mengalahkan dosa, kematian, dan penghakiman. Aku telah bangkit bersamaMu dalam hidup baru, untuk menghidupi kehidupanMu—mati bagi dosa dan hidup bagi Allah. Terima kasih Tuhan Yesus.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

