Jumat, 13 Oktober 2023
Bacaan : Matius 6 :27-34
Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, (Matius 6:28)
Sangatlah mudah bersembunyi di balik nalar dan logika. Tetapi kawan, Anda harus bertumbuh lebih dari sekedar nalar, atau Anda akan terhambat dalam perjalanan Anda, terutama dalam cara Anda mengasihi. Tak seorangpun ingin dianalisa, dan banyak hubungan yang gagal karena memaksakan memperlakukan orang lain sebagai masalah yang harus diselesaikan, dan bukannya sebagai hati untuk dikenal dan dikasihi. Yesus dapat memegang pendapatNya sendiri dalam segala perdebatan teologis apapun, namun Ia juga adalah seorang Seniman (Pencipta dari dunia dan keindahannya) dan Penyair, dan Pendongeng. Ketika Ia berkata, “Perhatikanlah bunga bakung di ladang,” yang Ia maksud bukanlah untuk menganalisanya, melainkan lihatlah, dan biarkan keindahan yang berbicara. Ia menggunakan keindahan itu untuk menunjukkan kasih Allah kepada kita.
Anda disadarkan ketika Anda melihat bahwa keindahan jauh lebih nyata daripada dalil dan analisis.
Saya datang kepada Kristus bukan karena mencari agama, namun karena saya mencari kebenaran. Saya mendambakan kasus yang dapat dipertahankan secara intelektual tentang Kekristenan, dan saya menemukannya. Pikiran saya dipuaskan, namun hati saya mendambakan sesuatu yang lebih. Sementara saya menemukan logika dalam teologi saya, saya sedang dibuat kagum oleh keindahan gunung dan padang, oleh sastra dan musik. Mengapa mereka dapat membawa saya lebih dekat kepada Tuhan daripada analisa? Karena mereka berbicara kepada hati.
~***~
Apakah yang Anda pakai hari-hari ini (selain renungan ini) untuk memelihara dan memperkuat iman Anda?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

