Kamis, 15 Juni 2023
Bacaan : Yesaya 44 : 9-18
… Tetapi juga ia membuatnya menjadi allah lalu menyembah kepadanya; ia mengerjakannya menjadi patung lalu sujud kepadanya. (Yesaya 44:15)
Tidak ada yang seperti terbangun dari apa yang telah Anda lakukan, entah itu terlalu banyak makan atau minum, atau kemarahan yang lepas kendali. Penyesalan setelah jatuh ke dalam dosa seringkali membawa kejelasan atau resolusi. Namun jika Anda tetap membiarkan godaan itu di tingkat rata-rata, kejelasan itu tidak akan pernah datang. Anda tidak akan melihatnya seperti hitam dan putih, karena Anda selalu berada di bawah pengaruhnya. Kesenangan bukanlah tentang kepuasan sejati melainkan tentang membius diri sendiri. Pikirkanlah kelegaan yang diberikan oleh berhala Anda: Apakah keinginan Anda benar-benar dipuaskan secara mendalam, ataukah kelegaan itu hanya datang karena keinginan itu hilang untuk sementara?
Saya tidak melihat fungsi kesenangan itu dalam hidup saya sampai saya harus menghadapi dukacita dan kehilangan. Saya mencoba setiap pengobatan yang saya bisa, dan tak ada satupun yang berhasil. Makan, tidur, bekerja, membaca, semua tidak berguna. Saya tidak bisa menghindar dari rasa sakit. Dan kemudian hal itu terjadi pada saya: Jika saya berusaha memakai kesenangan sebagai obat dalam kasus ini, berapa banyak kepuasan yang sama dengan hal ini dalam skala yang lebih kecil? Jangan dibodohi oleh obyek polos yang Anda pilih. Kebanyakan berhala mempunyai tempat yang kuat dalam hidup Anda. Jujurlah mengenai fungsi mereka.
~***~
Ada tempat yang kuat untuk hobi kita, kesenangan-kesenangan kecil, hal-hal yang memberi kita kesenangan. Ujian sederhana untuk memeriksa apakah hal itu telah menjadi “berhala” adalah: Cobalah untuk melepaskan hal itu selama seminggu. Puasa dari hal tersebut, supaya hati Anda dibebaskan untuk mengasihi Allah.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

