Jumat, 16 Juni 2023
Bacaan : Yohanes 15 : 1-8
… Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12:11)
Mengasihi Yesus. Biarkan Dia menjadi diriNya bersama Anda. Setiap hari, biarkan hidupNya memenuhi hidup Anda.
Tentu saja, ini mengasumsikan bahwa Anda bersedia menyerahkan penentuan nasib Anda sendiri. Anda akan merasa berat menerima hidupNya dalam skala besar kalau Anda, sebagai ranting, terus-terusan berjalan semaunya sendiri, meninggalkan Pokok Anggur untuk mengejar kehidupan yang Anda senangi. Sejujurnya, saya pikir inilah sebabnya kita menerima Yesus sebagai pribadi yang hambar dan berjarak—Ia tidak terlibat dalam perencanaan kita. Salah satu kenyataan paling aneh dari keagamaan gereja ialah bahwa mengasihi Yesus dianggap sebagai sesuatu yang opsional, sebuah nilai tambah. Kegilaan yang sama telah merasuk dalam gagasan bahwa Anda bisa menjadi Kristen dan tetap berpegang pada penentuan nasib sendiri.
Dan bagaimanakah hasilnya?
Jika Anda tidak menarik kehidupan Anda dari Yesus, itu artinya Anda mencoba mendapatkannya dari sumber yang lain. Saya jamin itu tidak akan berhasil. Kalau Anda menggenggam hidup Anda, itu akan keluar dari sela-sela jari Anda seperti pasir. Serahkan hidup Anda kepada Allah, dan Anda akan menjadi pribadi yang dapat diisi dengan kehidupanNya. Jika Anda ingin mengalami kehidupan Yesus yang penuh kemurahan, tak tergoyahkan, tak terhentikan di dalam Anda dan melalui diri Anda, maka serahkanlah keinginan Anda untuk menentukan nasib Anda sendiri.
~***~
Tuhan Yesus, aku menyerahkan hidupku kepadaMu. Aku memberikan segalanya, dan semua orang kepadaMu. Aku membuka diriku supaya Engkau memenuhi hidupku. Amin.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

