(10) Kuasa Pengampunan

Minggu, 23 Agustus 2020

Bacaan :  Matius 18 : 21-35

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25)

Apakah Anda merasa seakan-akan Anda tidak memiliki kemajuan yang berarti selama masa doa Anda? Apakah Anda mendapatkan jawaban atas doa Anda? Jika tidak, saya, sekali lagi, mendorong Anda untuk memeriksa hati Anda. Kerinduan Allah untuk menjawab doa Anda lebih besar daripada kerinduan Anda untuk menerima jawaban tersebut. Dia tidak akan menahan jawabannya sebagai sarana untuk menghukum Anda. Saat segala hal tidak berjalan baik, kelemahan alami manusia adalah melihat kekurangan orang lain, mencari seseorang untuk disalahkan. Jika Anda tidak menerima jawaban atas doa Anda, jangan lihat sekeliling Anda, tetapi lihatlah ke dalam hati Anda.

Halangan terbesar dalam kehidupan doa Anda dapat berupa ketidaksediaan untuk mengampuni. Pasal keenam Injil Matius mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa memperoleh pengampunan atas dosa kita jika kita menolak mengampuni orang lain. Jika hati Anda tidak mau mengampuni, hal itu akan menjadi penghalang dalam hidup Anda sehingga Allah tidak bisa dan tidak akan mengambil jalan berputar untuk menjangkau Anda. Anda harus menyingkirkan penghalang tersebut agar hubungan Anda dengan Allah lancar.

Pengampunan adalah sarana penuh kuasa yang bisa membebaskan Anda dari ikatan dosa. Ketika Allah mengampuni Anda, Anda tidak akan lagi menjadi tawanan dosa. Hal yang sama juga berlaku saat Anda mengampuni orang lain yang menurut Anda tidak layak menerima pengampunan. Ingatlah, tak ada yang bisa membuat Anda cukup berharga untuk membuat Yesus menderita dan mati bagi Anda, tetapi Dia mau menjalani hal itu. KasihNya yang tidak berkesudahan membuat Dia mengalami kematian yang mengerikan.

Adakah seseorang dalam hidup Anda yang perlu Anda ampuni? Mintalah kepada Tuhan agar mengingatkan Anda siapa saja yang perlu Anda lepaskan dari kesalahan mereka terhadap Anda. Kemudian, sebagai tindakan berdasarkan kehendak bebas Anda untuk menaati Allah, cepatlah ampuni mereka. Pengampunan adalah pilihan, bukan perasaan.

Dalam gambar hati di bawah ini, tuliskan nama semua orang yang bersalah kepada Anda dan Anda masih menyimpan penolakan untuk mengampuni mereka:

Cepatlah mengampuni semua orang yang menyakiti, melukai, menolak atau mengkhianati Anda sehingga Anda bisa selalu memiliki komunikasi yang lancar dan keintiman dengan Bapa Surgawi Anda.

Tuhan, bantu aku hidup dari hari ke hari dengan cara yang tidak egois, bahkan saat aku bersujud, doaku ditujukan bagi kebutuhan orang lain.

Charles Delucena Meigs

From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top