(11) Menolak untuk Terluka

Senin, 24 Agustus 2020

Bacaan  :  Markus 11 : 20-26

Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat. (Kisah Para Rasul 17:30)

Seorang teman yang pernah menyakiti saya muncul dalam ingatan saya, dan saya merasa Roh Kudus menginsafkan saya bahwa saya masih terluka oleh tindakannya yang menyakitkan itu. Dengan cepat saya menjawab, “Tetapi Tuhan, saya telah mengampuninya. Saya telah mengampuninya beberapa kali.”

Dengan lembut Roh Kudus menjawab, “Tetapi Freeda, Aku tidak pernah memintamu melakukan apa yang telah kamu lakukan. Yang pertama-tama Kuperintahkan kepadamu adalah bertobat karena merasa dilukai.” Memendam perasaan terluka bisa mengagalkan doa-doa saya. Mari lihat apa yang dikatakan Alkitab tentang perasaan terluka:

dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. (Matius 24:10)

Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi cela-kalah orang yang mengadakannya.” (Lukas 17:1)

Perasaan mudah terluka dengan mudah bisa merusak perjalanan kita bersama Tuhan. Periksa hati Anda sekali lagi dan lihatlah apakah masih ada perasaan terluka lainnya dalam hidup Anda. Mungkin Anda merasa terluka atas apa yang dialami orang lain. Para istri begitu rentan mengalami tipe perasaan terluka seperti ini. Saat para suami mengalami kekecewaan berat dalam bisnis, para istri terkadang mengambil alih perasaan terluka tersebut. Hati-hatilah, lihat kemungkinan ini dalam hidup Anda, dan kuatkan pertahanan Anda melawan musuh yang memanfaatkan perasaan terluka itu sebagai senjata melawan Anda. Sama pentingnya juga, lindungi diri Anda agar tidak dimanfaatkan sebagai alat untuk melukai perasaan orang lain.

Buatlah keputusan saat ini untuk tidak menyimpan luka batin, dan cepatlah memaafkan semua orang yang melukai Anda. Jika Anda dilukai seseorang , ampuni dia. Jika Anda menyebabkan seseorang terluka, bertobatlah.

Apakah Tuhan telah membawa seseorang yang baru dalam pikiran Anda hari ini, orang yang perlu Anda ampuni? Jika ya, tuliskan nama-nama mereka:

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Terkadang, bahkan setelah Anda mengampuni seseorang, Anda mungkin masih memiliki perasaan tidak nyaman dan mengalami pergolakan batin. Mohon kepada Allah agar memberi petunjuk kepada Anda apakah Anda perlu bertobat. Anda mungkin perlu bertobat atas sesuatu yang telah Anda katakan. Mungkin Anda juga membutuhkan pertobatan karena terluka akibat kata-kata yang diucapkan terhadap Anda, atau karena tindakan salah yang dilakukan terhadap Anda. Tuhan tidak pernah ingin Anda menyimpan luka batin. Mungkin Anda perlu melakukan sesuatu seperti yang telah saya lakukan dan bertobat karena merasa terluka.

Setiap saat kita berdoa, pandangan kita berubah, sikap kita terhadap segala sesuatu berubah, tidak hanya terkadang tetapi setiap saat. Namun anehnya, setelah kita mengalami semuanya itu, kita malah berhenti berdoa.

Oswald Chambers

From “Give Me 40 Days” by Freeda Bowers

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top