Kamis, 7 September 2023
Bacaan : Mazmur 104 : 19-35
… diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. (Mazmur 27:4)
Keindahan adalah hal yang esensial bagi Allah. Tidak—ini tidak menegaskan dengan cukup kuat. Keindahan adalah hakikat Allah.
Cara pertama Anda mengetahui hal ini adalah melalui alam, dunia yang telah Tuhan berikan kepada Anda. Dengan cara bagaimana? Terutama melalui keindahannya. Ketika musim semi tiba di Colorado sini, bunga-bunga liar muncul di mana-mana—lupin dan iris liar dan aster Shasta. Pohon aspen mengeluarkan daun berbentuk-hati, bergetar karena angin sepoi-sepoi. Awan tebal bergulung, membawa kemegahan matahari terbenam bersamanya. Bumi di musim panas penuh dengan keindahan, keindahan yang begitu megah dan melimpah dan nyaris tak masuk akal.
Alam tidak sepenuhnya berfungsi. Alam sepenuhnya indah. Berhentilah sejenak dan biarlah hal ini meresap. Kita terbiasa mengevaluasi segala sesuatu (dan semua orang) berdasarkan kegunaannya sehingga pemikiran ini mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk Anda sadari. Alam tidak sepenuhnya berfungsi. Alam sepenuhnya indah. Dengan kata lain, keindahan itu sendiri merupakan kebaikan yang besar dan mulia, sesuatu yang Anda butuhkan dalam dosis besar dan harian (karena Tuhan telah mengaturnya sedemikian rupa). Alam pada puncak kejayaannya berseru, Keindahan itu penting! mengungkapkan bahwa Keindahan adalah hakikat Allah. Seluruh bumi penuh dengan kemuliaanNya.
~***~
Jadi, jika keindahan itu sendiri merupakan kebaikan yang besar dan mulia, sesuatu yang Anda butuhkan dalam dosis besar dan harian—apakah Anda mendapatkannya setiap hari? Jiwa Anda membutuhkan keindahan!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

