Rabu, 6 September 2023
Bacaan : Yohanes 6 : 60-69
dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yohanes 6:69)
Kebanyakan orang Kristen sangat ingin dikenal sebagai orang yang ramah, baik, sabar dan pemaaf. Anda merasa bahwa Anda “berhutang” kepada Yesus untuk terlihat dalam perilaku terbaik Anda. Ini bahkan lebih benar lagi untuk orang-orang yang ada dalam “pelayanan”, yang kehidupannya secara publik terikat dengan Yesus. Beberapa motivasi di balik ini memang indah. Agama telah mengacaukan pandangan dunia tentang Allah, sehingga Anda berusaha keras untuk meyakinkan mereka yang khawatir bahwa orang-orang yang sejalan dengan Yesus adalah orang yang hebat. Kenyataannya, hari-hari ini kebanyakan pemimpin Kristen berusaha sekuat tenaga untuk tampil sebagai orang yang sangat keren dan modern dan sama sekali tidak menghakimi atau mengutuk.
Masalahnya adalah, dalam upaya untuk menjadi postur orang Kristen yang baik, Anda telah menyembunyikan atau mengabaikan sisi lain dari kepribadian Yesus. Dia sangat-sangat serius mengenai kekudusan. Anda tidak dapat mengabaikan masalah jiwa yang lebih mendalam.
Bagi Yesus, kekudusan adalah soal hati. Model transformasi pribadi yang ditawarkan dalam Kekristenan bersifat internal ke eksternal. Ini adalah transformasi hati, pikiran, kehendak, jiwa—yang kemudian mulai mengekspresikan dirinya secara eksternal dalam tindakan kita. Hal ini sangat penting untuk memahami Yesus dan ketulusan sejatiNya.
~***~
Saya memakai kata kekudusan berkali-kali dalam renungan ini. Apakah Anda menyukai kata tersebut? Apakah konotasinya bagi Anda?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

