Utuh dan Kudus

Minggu, 1 Oktober 2023

Bacaan : Efesus 1 : 3-14

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. (Efesus 1:4)

Tuhan punya rencana untuk kita. Rancangan itu memberikan sukacita besar bagi Tuhan. Inti dari rancangan itu adalah: untuk membuat Anda utuh dan kudus, oleh kasihNya. Utuh dan kudus—inilah yang Anda dambakan. Setidaknya, Anda rindu pada bagian keutuhan. Bagian kekudusan sepertinya adalah pilihan. Tetapi Anda akan segera melihat bahwa itu bukanlah pilihan. Utuh dan kudus—ini adalah takdir Anda. Begitu kebenaran ini menguasai Anda, Anda akan berlari keliling rumah kegirangan karena janji itu saja.

Sekarang, mungkin kita mempunyai beberapa gagasan seperti apakah itu keutuhan, bahkan seperti apa rasanya. Tetapi bagaimana dengan bagian kekudusan? Sepertinya tidak ada hubungannya—liburan musim panas dan membersihkan kamar Anda; gelato dan kubis Brussel. Apa hubungannya dengan itu? Selama bertahun-tahun saya menganggap kekudusan sebagai sesuatu yang keras, elit secara rohani, dan sejujurnya agak berat: meninggalkan kesenangan duniawi, hal-hal tak bersalah seperti gula atau musik atau memancing; menghidupi kehidupan yang sangat rohani; banyak berdoa; menjadi orang yang sangat baik. Hal-hal yang hanya dapat dicapai oleh orang-orang kudus jaman dulu.

Tetapi Anda tidak dapat menjadi utuh tanpa menjadi kudus; Anda juga tidak dapat menjadi kudus tanpa menjadi utuh. Keduanya berjalan beriringan.

~***~

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika membaca atau mendengar kata kekudusan? Tuliskankah asumsi Anda tentang kekudusan. Kemudian tanyalah kepada Tuhan, Benarkah ini artinya menjadi utuh bersamaMu?

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top