Jumat, 17 Maret 2023
Bacaan : Wahyu 3 : 19-21
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)
Ini adalah ayat Alkitab yang terkenal yang sudah didengar banyak orang dalam konteks undangan untuk mengenal Kristus sebagai Juruselamat. Ia tidak pernah memaksakan diri terhadap Anda. Ia mengetuk, dan menunggu Anda memintaNya masuk. Langkah pertama dari ini adalah keselamatan. Kita mendengar Kristus mengetuk dan kita membuka hati kita kepadaNya sebagai Juruselamat kita. Ini adalah titik balik yang pertama, namun prinsip ini terus berlaku sepanjang kehidupan Kekristenan Anda.
Jadi, kita semua cenderung menangani kehancuran kita dengan cara yang sama—tidak ditangani dengan baik. Terlalu menyakitkan untuk pergi ke sana. Maka Anda menutup pintu hati Anda, dan Anda membuang kuncinya. Tetapi itu tidak akan membawa kesembuhan. Mungkin Anda merasa lega—untuk sesaat. Tetapi tidak pernah sembuh. Hal terbaik adalah dengan membuka pintu dan mengundang Yesus masuk untuk mendapati Anda di tempat yang menyakitkan itu.
Sepertinya mengejutkan bahwa Kristus harus minta ijin Anda untuk masuk dan menyembuhkan, tetapi Dia baik, dan pintu itu ditutup dari dalam, dan penyembuhan itu tidak akan terjadi tanpa sekehendak Anda. Untuk dapat mengalami kesembuhanNya, Anda juga harus memberikan Dia ijin untuk masuk ke tempat yang telah Anda tutup bagi semua orang. Maukah engkau membiarkan Aku menyembuhkanmu? Yesus mengetuk di kesepian Anda, penderitaan Anda, penolakan dan pengkhianatan yang Anda alami. Ia mengetuk pada banyak hal, menunggu Anda mengijinkan Dia untuk masuk.
~***~
Ya, Tuhan Yesus, ya. Aku mengundangMu masuk. Masuklah ke dalam hatiku di tempat yang telah hancur. Datanglah dan aku mau membuka pintu hatiku. Aku mengijinkan Engkau menyembuhkan luka-lukaku. Datanglah, Tuhan.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

