Selasa, 11 Juli 2023
Bacaan : Yakobus 5 : 13-20
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. (1 Timotius 4:8)
Ketika seseorang meminta, “Tolong doakan untuk ___________,” saya tidak serta-merta mulai berdoa untuk permintaan khusus tersebut. Kawan, Allah tidak sekedar menaruh plester untuk luka, dan saya tidak tahu dengan pasti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam kehidupan mereka pada saat itu. Apapun permintaan doa itu, saya mau hidup dan berdoa sebagai sekutu intim Allah, jadi saya mengalihkan pandangan saya kepada Allah dan bertanya, Apa yang Engkau mau aku doakan untuk mereka? Tunjukkanlah padaku apa yang harus kudoakan.
Doa-doa itu jauh lebih efektif karena selaras dengan kehendakNya. Doa itu selaras dengan apa yang Dia kerjakan dalam situasi pada saat tersebut. Dan ini sulit dilakukan, karena kebutuhan yang menggerakkan Anda untuk berdoa seringkali menarik hati sanubari dari kasih dan perhatian Anda yang mendalam terhadap orang lain.
Anda mendorong menuju kedewasaan baik dalam karakter dan dalam kemitraan Anda dengan Allah. Penting untuk mengenali ketika simpati Anda mulai menghalangi! Ya, ya—tentu saja doa Anda digerakkan oleh kasih dan kepedulian. Tetapi kita bicara tentang Doa Syafaat, dan janji yang Anda pegang adalah bahwa jika Anda berdoa selaras dengan apa yang Allah kerjakan, maka Anda akan melihat hasilnya.
~***~
Apakah menjadi satu dengan Allah dalam hal ini adalah hal yang biasanya Anda cari? Siapakah yang Anda doakan hari ini? Saat Anda berdoa untuk mereka, berhentilah dan praktikkanlah: Ya Tuhan, apa yang Engkau mau aku doakan untuk _______? Tunjukkanlah padaku apa yang harus kudoakan.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

