Senin, 10 Juli 2023
Bacaan : 1 Yohanes 5 : 11-15
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (Roma 8:26)
Satu keputusan paling penting yang telah mengubah kehidupan doa saya lebih dari yang lain, satu langkah yang telah membawa hasil yang lebih besar dari gabungan semua langkah yang lain adalah . . .
Bertanya kepada Yesus apa yang harus saya doakan.
Sangat sederhana, dan sangat mengubahkan! Sangat jelas begitu Anda mempertimbangkannya, tetapi sesuatu yang jarang dipraktikkan. Mungkin inilah salah satu efek samping dari pandangan “berdoa hanya meminta Tuhan untuk melakukan sesuatu”, tak diragukan ini juga adalah konsekuensi negatif dari mentalitas yatim-piatu dan budak. Namun jika doa faktanya adalah sebuah kemitraan, maka Anda tentu ingin berada dalam keselarasan dengan Allah!
Jika Anda berdoa selaras dengan kehendak Allah, Anda dapat berpegang teguh pada janji bahwa itu akan terjadi. Amin pada akhirnya akan menjadi AMIN! “Tetapi bagaimana saya mengetahui kehendak Allah?” Nah, ini adalah pertanyaan yang sangat mahal. Saya mau meyakinkan Anda bahwa Anda bisa; Allah tidak menyiksa Anda dengan menyembunyikan kehendakNya dari Anda, meskipun ada saat-saat di mana dibutuhkan usaha lebih besar untuk membedakannya. Kita melihat sahabat-sahabat Allah dalam Perjanjian Lama yang berdoa dengan penuh keyakinan karena mereka dengan jelas mendengar dari Allah. Saya percaya, kawan, bahwa kepercayaan diri itu juga menjadi milik Anda.
~***~
Cobalah ini—bertanyalah kepada Yesus apa yang harus Anda doakan. Berikan Dia waktu untuk membuatnya jelas. Karena dengan demikian Anda tahu bahwa Anda berdoa selaras dengan apa yang Ia doakan!
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

