Rabu, 10 November 2021
Bacaan : 1 Petrus 5 : 6-11
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)
Pagar kayu itu tercabut dan menimpa bahu saya saat saya terhuyung-huyung di jalur pejalan kaki.
Jalan nampak berputar saat saya membawa anjing saya berjalan-jalan, dan saya terjatuh dengan posisi merangkak di semak-semak kebun tetangga saya.
Sesuatu yang membuat saya kesal. Seperti orang mabuk tapi bukan. Vertigo.
Dunia seperti berputar di luar kendali setiap kali kepala bergerak. Rasanya seperti Anda baru saja diputar di atas komidi putar yang didorong oleh pemain belakang rugby seberat 110 kg. Hanya saja rasa berputarnya tidak hilang setelah Anda berdiri.
Saya sebenarnya juga bermain tenis meskipun ada vertigo. Ini mengandung risiko terjatuh dengan muka di bawah ketika melakukan servis atau punggung Anda tertusuk pagar di belakang ketika berusaha mengejar bola. Ya, ya saya tahu—hanya seorang penggila tenis yang menganggap dirinya bermain seperti boneka yang digerakkan dengan tali dengan gerakan menyentak-nyentak oleh tangan besar yang tak terlihat melayang di atas lapangan.
Tetapi Anda tidak mungkin berhenti hidup hanya karena hal-hal tidak berjalan sempurna, bukan?
Kita semua mempunyai kelemahan. Sesuatu yang tidak dapat Anda singkirkan begitu saja. Hal yang membuat Anda menderita dan tidak berhenti begitu saja. Mungkin Anda memiliki masalah kondisi kesehatan seperti saya, atau mungkin sesuatu yang tidak terlihat seperti rasa bersalah, rasa malu atau rasa kalah.
Apapun itu, hal tersebut bisa dipakai iblis dengan caranya yang licik untuk membuat Anda merasa lemah, tak berdaya dan tak berharga sebagai anak Allah.
Jadi bagaimana kita mengatasi hal ini? Teruslah melangkah. Apapun rintangan tidak menyenangkan yang dapat menyimpangkan jalan kita. Jangan biarkan iblis menang. Putuskan untuk tetap berada dalam pertandingan sekalipun ada kerikil di dalam sepatu Anda.
Oh Pelatih yang Mahakuasa,
Masukkan aku ke dalam arena. Aku mau menang. Dan bersamaMu aku pasti menang.
From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

