Senin, 31 Oktober 2022
Bacaan : Matius 16 : 24-27
… “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)
Kita tidak perlu mengajari orang untuk menjadi egois. Kita sudah egois secara alami. Ketika datang tekanan, kita mencari hal yang terutama—saya, diri sendiri, aku. Kita tidak hanya melawan sifat dosa, tapi dari kebanyakan yang kita lihat bahwa kecenderungan kita adalah berpusat pada diri sendiri. Beberapa orang berpendapat bahwa pergeseran besar-besaran dalam budaya tahun 1973 telah mengubah banyak hal. Saya masih berumur enam tahun saat itu, tetapi saya mengingat dengan jelas, terutama karena musik jingle yang menarik.
Dalam sebuah langkah yang akan mengguncang dunia makanan cepat saji, Burger King dengan berani mendeklarasikan bahwa Anda mempunyai pilihan dan bisa membuat keputusan. Jika Anda menginginkan burger, Anda bisa mendapatkan “terserah Anda!” Tidak pakai timun, tidak pakai selada—apapun yang Anda inginkan, terserah Anda.
Dalam hal persaingan dengan McDonald’s, Burger King boleh menang. Tetapi kalau Anda ingin dekat dengan Tuhan dan terhubung dengan orang lain, maka hal itu tidak akan berhasil. Menurut Yesus, hidup ini bukan semua tentang kita. Bahkan ketika segala sesuatu dalam budaya kita berusaha meyakinkan kita demikian.
Kita tidak dipanggil untuk merayakan, mempromosikan, membela, atau menguntungkan diri sendiri—melainkan untuk menyangkal diri. Untuk memikul salib, untuk menderita karena tidak mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan, dan untuk mati terhadap kecenderungan kita yang egois.
Allah mau kita hidup terserah Dia.
Dan kita bukan bicara tentang burger.
DOA KEKUATAN
Tuhan, rasanya sulit untuk mengutamakan orang lain, ketika segala sesuatu di sekelilingku mendorong untuk melakukan sekehendakku. Hari ini berikanlah aku kekuatan untuk memikul salibku dan mengikut Engkau.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

