Selasa, 1 November 2022
Bacaan : 1 Petrus 3 : 8-14
dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. … (1 Petrus 3:9)
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa sebagian besar cara kita terhubung dengan orang lain tergantung pada sikap memberi-dan-menerima? Jika pelayannya ramah dan memberikan pelayanan yang baik, maka kita memberikan tip yang baik. Jika kita membutuhkan bantuan dari seorang teman, maka kita akan memperlakukan dia dengan baik dan berharap suatu kali nanti ia akan membalas kebaikan itu. Kalau ada rekan kerja yang minta bantuan untuk mengerjakan laporannya, maka ia perlu siap untuk berbagi pujian dan memberikan bantuan, lain kali ketika kita membutuhkannya.
Di sisi lain, pola pikir yang sama juga berlaku untuk perilaku yang negatif. Kalau ada tetangga yang menghina kita, maka kita membalas dengan tidak menghiraukan dia. Kalau ada seseorang yang menyebarkan gosip tentang kita di gereja, maka kita tidak akan bersikap ramah lagi saat berpapasan dengannya. Sepertinya terasa wajar mempraktekkan seni pembalasan dan beranggapan bahwa itu adalah cara kita untuk bertahan dalam hubungan dengan banyak orang yang berbeda.
Yesus tidak bertindak seperti itu karena itu bukanlah cara Bapa. Allah ingin supaya anak-anakNya memperlakukan orang lain dengan kebaikan, kemurahan, belas kasih, dan tetap mengasihi apapun sikap mereka terhadap kita. Ya, memberikan pipi yang satu atau menunjukkan kemurahan kepada orang yang tidak layak menerimanya seperti tidak masuk akal—tapi itulah intinya! Kemurahan membuyarkan ekspektasi orang. Itu akan mematahkan siklus aksi-dan-reaksi serta memaksa mereka untuk melihat bahwa Allah sedang bekerja.
Hari ini kejutkanlah seseorang dengan kasih Kristus dengan cara memberikan respon memberkati ketika mereka menunjukkan hal yang sebaliknya.
DOA KEKUATANYa Tuhan, aku telah menerima anugerahMu yang melimpah, dan aku mau mencerminkan kasih dan kemurahanMu kepada semua orang yang kutemui hari ini—entah mereka layak menerimanya atau tidak.
From “Daily Power: 365 Days of Fuel for Your Soul” by Craig Groeschel

