Selasa, 3 Januari 20223
Bacaan : Kejadian 3 : 13-24
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. (Mazmur 139:5)
Ketika manusia jatuh dalam dosa, mengapa Allah mengutuk Adam dan Hawa dengan kehampaan yang takkan dapat diisi oleh apapun? Bukankah hidup sudah menjadi sangat berat di dunia luar sana, setelah mereka diusir dari Taman Eden? Rasanya sungguh tidak baik. Kejam, bahkan.
Allah melakukan semua itu untuk menyelamatkan mereka. Sebagaimana yang kita tahu, hati manusia berubah ketika jatuh dalam dosa. Sesuatu telah menancapkan akarnya jauh ke dalam jiwa mereka—terisi dengan ketidakpercayaan terhadap hati Allah serta keinginan untuk menjalani kehidupan dengan cara mereka sendiri. Maka Allah menggagalkan niat mereka itu. Dalam kasih, Ia memblokir usaha mereka, sampai suatu titik di mana mereka kesakitan dan terluka, dan kembali kepadaNya untuk mencari keselamatan.
Yesus juga telah menggagalkan Anda. Sikap mengendalikan dan hal-hal yang Anda sembunyikan, cara Anda berusaha menutup rasa sakit dalam diri Anda. Jika tidak demikian, Anda tidak akan pernah sepenuhnya kembali kepada Dia untuk keselamatan Anda. Oh, mungkin Anda akan kembali kepadaNya untuk mendapatkan tiket ke surga sebelum meninggal dunia. Namun jauh di dalam, hati Anda tetap hancur karena jauh dari Pribadi yang dapat menolong Anda.
Pada akhirnya Anda akan melihat tangan Allah yang kuat dan lembut mengurung Anda. Ke manapun Anda mencari kehidupan yang terpisah dari Dia, Ia akan mengacaukan rencana Anda, “cara hidup” yang sesungguhnya sama sekali bukan kehidupan itu.
~***~
Renungkanlah bagaimana Allah telah “mengurung” Anda, mengacaukan rencana yang sudah Anda buat untuk hidup Anda sendiri?
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

