Minggu, 19 Februari 2023
Bacaan : Yohanes 15 : 1-8
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. (Kolose 3:15)
Kekosongan dan luka Anda dapat menjadi sumber rasa malu yang luar biasa. Tetapi sesungguhnya tidak perlu seperti itu. Sejak awal mulanya, sebelum manusia jatuh dalam dosa, keberadaan Anda dimaksudkan untuk bergantung. Seperti pohon dan cabang-cabangnya, demikian Kristus menjelaskan. Ia tidak sedang memarahi Anda, dan berpikir: Seharusnya mereka semua dicabut saja supaya tidak terlalu bergantung kepadaKu. Tidak. Anda diciptakan untuk bergantung kepada Allah, Anda diciptakan untuk menjadi satu dengan Dia dan tidak ada sesuatupun tentang diri Anda akan berhasil tanpa Dia.
Di sinilah dosa dan budaya telah memperangkap Anda, mencegah Anda sembuh dari luka. Dosa Anda adalah bagian dalam yang membandel yang selalu ingin hidup tidak tergantung kepada siapapun—terutama kepada Tuhan. Anda mulai percaya jauh dalam hati Anda bahwa membutuhkan orang lain merupakan suatu kelemahan, dan penyebab sakit hati.
Mengapa hal ini sangat penting? Karena begitu banyak dari kita yang hidup dengan kesalahpahaman tentang Kekristenan. Itu dilihat sebagai “kesempatan kedua” untuk bertindak bersama-sama. Anda telah diampuni, dan sekarang melihat hal itu hanya sebagai kebutuhan untuk mengikuti program. Anda sedang berusaha menyelesaikan lomba maraton dengan kaki yang patah. Namun kenyataan yang lebih dalam ialah: sumber kekuatan Anda yang sesungguhnya disalurkan oleh Tuhan kepada Anda melalui kesatuan denganNya. Sebagaimana Yesus telah hidup: “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30).
~***~
Ya, Tuhan—aku membutuhkan kesatuan denganMu. Aku membutuhkan kesatuan. Aku mau menyerahkan diriku yang tak sempurna ini untuk dipersatukan denganMu.
From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

