Kerinduan yang Mendalam

Senin, 20 Februari 2023

Bacaan : Mazmur 63 : 1-9

Aduh, dadaku, dadaku! Aku menggeliat sakit! Aduh, dinding jantungku! Jantungku berdebar-debar, aku tidak dapat berdiam diri, … (Yeremia 4:19)

Tahun-tahun pertengahan kehidupan Kekristenan sering dianggap sebagai masa untuk mendapatkan kebiasaan yang lebih baik serta kebajikan yang menyertainya. Tetapi mengundang Yesus ke dalam apa yang disebut oleh Oswald Chambers sebagai “kepedihan” di lubuk hati Anda yang terdalam, mungkin lebih banyak terkait dengan menahan hati Anda sebagian dalam kekosongan dengan cara yang memungkinkan agar keinginan dapat hidup kembali. Ada tempat dalam perjalanan rohani Anda di mana aktivitas keagamaan yang diperbarui sama sekali tidak berguna. Itu adalah tempat di mana Tuhan mengulurkan tanganNya dan meminta Anda untuk menyerahkan apa yang Anda kasihi dan hidup bersama Dia dalam cara yang lebih personal.

Anda ditarik ke dalamnya, tetapi sekaligus menakutinya. Sebagian diri Anda ingin kembali ke menghafal ayat, pendalaman Alkitab, atau melayani—apapun yang akan menghindarkan Anda dari perjalanan bersama Tuhan yang tidak Anda ketahui. Sebagian diri Anda yakin bahwa kehidupan Anda berada di tempat lain.

Keinginan yang telah Tuhan taruh dalam diri Anda rindu untuk mengejar Dia yang tidak diketahui. Kapasitas dan dorongannya sangat besar sehingga hanya dapat ditangkap sesaat dalam momen persekutuan jiwa yang mendalam. Dan bila momen itu telah lewat, Anda hanya dapat menahan rasa sakit, sekilas ingatan yang perlahan menghilang dan, jika Anda mulai masuk dalam kehidupan bersama Yang Terkasih, pengharapan akan kegembiraan itu pasti akan datang.

~***~

Tuhan Yesus—aku mengundang Engkau ke dalam lubuk hatiku yang terdalam. Aku menyerahkan semua yang aku senangi kepadaMu, penuhilah aku hanya olehMu saja.

From “Restoration Year: A 365-Day Devotional” by John Eldredge

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top