Sabtu, 23 Oktober 2021
Bacaan : Markus 12 : 41-44
… Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. (Kisah Para Rasul 20:35)
“Sip lah,” kata saya dengan nada datar. “Lumayan bisa beli makan siang.” Saya memegang slip Rp 200 ribu pembayaran hasil saya menulis sebuah artikel.
“Asal tidak pakai makanan penutup,” suami saya menyatakan persetujuan dengan gembira. “Dan coba pikir betapa Tuhan akan senang dengan perpuluhan dua-puluh-ribu kamu!”
Perpuluhanku? Astaga, saya bahkan tidak berpikir memberikan persembahan kepada Bapa sejumlah yang tak berarti … seperti setetes air di lautan.
Lalu saya teringat akan kisah persembahan seorang janda dalam Markus 12:41-44. Mungkin ia berpikir apakah persembahannya yang dua peser itu cukup berarti untuk membawanya masuk ke dalam bait Allah, tetapi Tuhan Yesus memastikan demikian. Dia menyebut wanita itu sebagai teladan dalam memberi.
Oke, saya memutuskan, kalau Yesus berpikir bahwa persembahan saya yang sedikit ini berarti, maka saya akan memberikannya.
Perpuluhan saya (10% dari penghasilan saya seperti yang dijelaskan dalam Ulangan 14:22) sepanjang tahun itu dari hasil menulis 10 artikel berjumlah total Rp 3.250.000. Saya bertanya kepada Bapa di mana Dia berkenan saya menggunakannya.
Teman saya yang adalah seorang guru menceritakan tentang seorang remaja tuli dari sebuah keluarga imigran, yang telah melewati perjuangan tak terhitung untuk menjadi lulusan SMA pertama dalam keluarga yang miskin. Pedro, bekerja di sebuah restoran sepulang sekolah untuk membantu orang tuanya mencukupi kebutuhan adik-adiknya yang masih kecil.
Saya meminta teman saya untuk menyampaikan persembahan kasih kepada Pedro dengan sebuath catatan tanpa nama yang menyatakan apresiasi atas kerajinannya dalam mengejar pendidikan dan mendoakannya supaya Tuhan memberkati segala usahanya. Pedro sangat heran ketika ada seorang asing yang mau memberi kepadanya, sesuatu yang dianggapnya sebagai rejeki melimpah. Dengan tetesan air mata, ia mengirimkan ucapan terima kasih yang diawali dengan, “Kepada malaikat utusan Tuhan…”
Ya Tuhan Pemberi segala berkat,
Aku menyadari bahwa persembahanku mungkin hanya bagaikan setetes air … sangat kecil jika hanya berdiri sendiri, tetapi bersama-sama mereka akan mengalir sebagai curahan berkat anugerahMu. Dan semuanya itu adalah milikMu.
From ” Too Blessed To Be Stressed . . . Inspiration for Every Day” by Debora M. Coty

