Kamis, 1 Oktober 2020
Bacaan : 1 Raja-raja 8 : 14-21
“Sejak Aku membawa umat-Ku Israel keluar dari Mesir, tidak ada kota yang Kupilih di antara segala suku Israel untuk mendirikan rumah di sana sebagai tempat kediaman nama-Ku, tetapi Aku telah memilih Daud untuk berkuasa atas umat-Ku Israel.” (1 Raja-raja 8:16)
Contoh luar biasa tentang mimpi yang dipenuhi digambarkan melalui pembangunan bait Allah yang direncanakan Daud, oleh Salomo. Pembangunan dan pentahbisan bait Salomo merupakan salah satu kejadian yang paling penting dalam Alkitab. Namun pada saat pentahbisan bait Allah itu, dalam 1 Raj 8:15-17 Salomo berkata bahwa Allah berfirman, Ia tidak memilih satu kota, Ia memilih seorang manusia, dan ide untuk bait suci itu ada dalam hati manusia. Allah pada dasarnya berkata: bait suci itu bukan rancanganNya. RancanganNya adalah Daud. Luar biasa! Kreativitas dan keinginan Daud membantu menulis sejarah karena Allah menerima hal itu. Daud memberikan banyak prinsip Kerajaan bagi kita, yang menentukan arah perjalanan hidup kita. Seolah-olah ia berkata, “Pemimpi! Datanglah! Mari kita bermimpi bersama dan menulis cerita tentang sejarah manusia.” Anda adalah rancangan Allah, dan Ia ingin melihat harta benda yang ada dalam hati Anda. Pada saat kita belajar bermimpi bersama Allah, kita menjadi rekan sekerja Allah.
Adam adalah rekan sekerja Allah yang pertama. Allah memberi tugas kepada Adam untuk memberi nama semua binatang (lihat Kej 2:19). Nama-nama pada saat itu memiliki makna yang lebih kaya karena mewakili sifat sesuatu. Saya percaya Adam sesungguhnya menentukan sifat, wilayah kekuasaan dan dimensi kemuliaan kepada setiap binatang yang akan mereka nikmati. Sesungguhnya, tugas Adam adalah membantu menentukan sifat dunia di mana ia tinggal. Peranan kerja sama ini merupakan peranan kreatif, saling melengkapi dengan Allah Sang Pencipta. Allah membawa kita ke dalam situasi ini, bukan karena Ia tidak bisa melakukannya sendiri. Ia bersukacita melihat semua yang Ia jadikan mendapatkan identitasnya di dalam Dia dengan menerima rencana ilahiNya. Mendapatkan hak istimewa untuk berkreasi sangat sesuai dengan penciptaan kita sesuai gambar dan rupa Sang Pencipta.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

