Rabu, 30 September 2020
Bacaan : Yohanes 16 : 16-24
Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan. (Amsal 13:12)
Salomo memberikan pernyataan yang menakjubkan bagi kita. Jika ada orang yang memenuhi syarat untuk membahas keinginan pribadi yang terpenuhi, orang itu adalah Salomo. Dalam 2 Tawarikh 7:11 dikatakan, “Salomo berhasil melaksanakan segala sesuatu yang timbul dalam hatinya…” Kita tidak bisa membiarkan ketidaktaatannya pada waktu kemudian dalam hidupnya untuk menghalangi kita mendapatkan pelajaran yang dalam dari ketaatannya pada awal hidupnya. Ia mengalami kuasa seluruh keinginan yang ia rasakan dalam hatinya terpenuhi.
Perkataan Salomo mengkaji kembali topik tentang pohon kehidupan yang kita temukan dalam kitab Kejadian. Pohon kehidupan menghubungkan Adam dan Hawa dengan kekekalan. (Setelah mereka makan buah terlarang, malaikat Tuhan menjaga jalan menuju pohon kehidupan supaya Adam dan Hawa tidak makan buah itu; karena buah itu membuat kekal apa pun yang disentuhnya. Hal itu akan membuat kondisi kejatuhan mereka dalam dosa permanen—kondisi tidak bisa ditebus secara kekal). Di sini kita diberi tahu bahwa orang percaya akan mengalami pohon kehidupan ketika keinginan mereka terpenuhi. Hal ini menyiratkan bahwa orang yang merasakan keajaiban keinginan mereka terpenuhi dalam Kristus akan diberi sudut pandang dan identitas kekal melalui pemenuhan itu. Proses penyerahan diri, perubahan pribadi, dan keinginan yang terpenuhi merupakan dasar latihan untuk memerintah bersama Kristus untuk selama-lamanya.
Dalam Yohanes 16:24 dikatakan bahwa Allah ingin menjawab keinginan kita (doa-doa), “… supaya penuhlah sukacitamu.” Tidak heran jika di gereja, hanya ada sedikit sukacita. Sukacita merupakan hasil hati yang ditebus, yang bersukacita karena mengharapkan Allah menyingkapkan rencanaNya bagi dunia melalui doa-doa kita. Secara lebih spesifik, sukacita muncul melalui doa-doa kita yang dijawab.
Doa-doa yang dijawab, terutama doa-doa yang membutuhkan campur tangan supernatural, membuat kita bahagia! Dan orang-orang yang bahagia merupakan teman yang menyenangkan. Mungkin itulah sebabnya Yesus disebut sahabat orang berdosa (lihat Luk 7:34). SukacitaNya menulari semua orang yang ada di sekelilingNya. Waktu demi waktu, hari demi hari, Ia melihat doa-doaNya dijawab oleh Bapa di surga. SukacitaNya mungkin dipandang esktrim oleh banyak orang. Dalam Luk 10:21 dikatakan, “Yesus bersukacita dalam rohNya.” Kata sukacita dalam konteks itu berarti “berteriak-teriak dan melompat-lompat penuh sukacita.” Bahkan berada di dekat Yesus saja sudah mendatangkan sukacita. Yohanes Pembabtis melompat penuh sukacita dalam rahim ibunya karena Maria, yang sedang mengandung Yesus, masuk dalam ruangan itu. Sukacita Yesus menular, dan harus menjadi tanda sekali lagi bagi orang percaya yang sejati.
From “Dreaming with God” by Bill Johnson

